Taekwondo Bentengi Anak dari Sikap Brutal

818
Pesona Indonesia
Sabeum Soewito Trikusuman,  Hendro Chow dan Kepala Sekolah Avava School, Santo Situmorang bersama siswa Avava School usai latihan taekwondo. Foto: Iman Wachyudi/ batampso.co.id
Sabeum Soewito Trikusuman, Hendro Chow dan Kepala Sekolah Avava School, Santo Situmorang bersama siswa Avava School usai latihan taekwondo. Foto: Iman Wachyudi/ batampso.co.id

batampos.co.id – Taekwondo Tunas Bangsa semakin menunjukkan eksistensinya dalam pembinaan atlet taekwondo di Batam, salah satu klub taekwondo yang banyak membina anak-anak itu kini ini menggelar latihan di Dojang Avava School yang terletak di Nagoya Point, blok N nomor 1 Nagoya. Sabtu (20/8).

Dalam latihan perdana itu puluhan siswa yang terdiri dari kelas IV SD sampai kelas III SMP itu terlihat antusias mengikuti gerakan dan jurus-jurus yang diperagakan oleh Sabeum Soewito Trikusuman yang merupakan pelatih di dojang tersebut. Sabtu (20/8).

“Ini merupakan latihan perdana, jumlahnya sekitar 25 orang. Untuk awal peminat sudah banyak. Saya yakin jumlah itu akan terus bertambah jika melihat dari semangat mereka latihan. Dan teman-teman mereka yang tadinya hanya melihat-lihat saja jadi tertarik dan kini sudah ada yang mendaftar untuk bergabung,” kata Sabeum Soewito.

“Kami tidak membatasi diri dalam menerima anggota. Semua bisa bergabung dengan kami, asalkan memiliki keinginan yang kuat untuk mengenal dan mempelajari olahraga taekwondo dengan serius dan sungguh-sungguh,” kata Soewito lagi.

Menurut Soewito, selain beladiri, olahraga taekwondo juga bermanfaat untuk membangun mental, meningkatkan percaya diri, membentuk karakter, memupuk jiwa ksatria, tangguh sekaligus mengarahkan para taekwondoin untuk senantiasa melakukan kegiatan positif.

“Hal terpenting dalam taekwondo sebagai salah satu olahraga beladiri tidak hanya untuk pertahanan diri, tetapi memberi manfaat luar biasa bagi pesertanya. Mereka yang berlatih taekwondo jadi lebih disiplin, rajin dan percaya diri dan buat sehat tentunya,” ujar Soewito.

Pemegang sabuk hitam DAN III Internasional itu mengatakan, bahwa di Taekwondo Tunas Bangsa mengajarkan jase atau gerakan dasar, poomsae atau jurus, kyorugie atau perkelahian, kyupak atau pemecahan benda dan hosinsul atau beladiri praktis.

“Saat ini sudah ada 9 dojang yang kita latih dan sudah banyak pula taekwondoin di sini menorehkan prestasi. Sebagai pelatih saya sangat bangga dengan pencapaian yang sudah ditorehkan anak-anak. Tentunya yang sudah berprestasi harus dipertahankan. Namun yang belum tentunya harus meningkatkan performa dan terus berlatih keras,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Avava School, Santo Situmorang mengatakan, sengaja memilih taekwondo sebagai olahraga beladiri di sekolah tempatnya mengajar, karena menurutnya, taekwondo tidak hanya mengajarkan latihan fisik saja namun juga mengajarkan bagaimana mengendalikan diri, fokus, respek, percaya diri, keberanian, serta membentengi anak dari sikap brutal.

“Makanya sekolah memilih taekwondo yang merupakan olahraga beladiri yang baik untuk dijadikan alternatif pilihan dalam pembentukan karakter anak,” kata Santo. (iwa)

Respon Anda?

komentar