16 Kapal Ikan Asing Tunggu Giliran Ditenggelamkan

367
Pesona Indonesia
Peledakan kapal ikan asing di Periaran Pulau Tiga, Natuna. Sebanyak 8 kapal ikan asing asal Vietnam ditenggelamkan karena melakukan illegal fishing. foto:aulia rahman/ batampos
Peledakan kapal ikan asing di Periaran Pulau Tiga, Natuna. Sebanyak 8 kapal ikan asing asal Vietnam ditenggelamkan karena melakukan illegal fishing. foto:aulia rahman/ batampos

batampos.co.id – Pemerintah Indonesia baru menenggelamkan 25 kapal ikan nelayan asing, tetapi kini sudah ada 16 lagi kapal ikan asing menunggu antre untuk ditenggelamkan.

Sebanyak 16 kapal ikan nelayan asing tersebut telah divonis sebagai rampasan negara beserta alat komunikasi untuk ditenggelamkan oleh Pengadilan Negeri Ranai.

Kasi Pidana Umum Kejari Natuna, Waher Tarihoran mengatakan, 16 kapal ikan nelayan asing akan ditenggelamkan merupakan tangakapan PSDKP Natuna tahun 2016.

“Bulan depan akan segera ajukan surat penenggelaman kepada PSDK Natuna,” kata Waher.

Selain vonis penenggelaman, kata Waher, terdapat 16 nakhoda nelayan asing juga divonis denda sebesar Rp 1,5 miliar dengan subsider 4 bulan dan 5 bulan kurungan. Vonis tersebut, karena kapal ikan nelayan asing melakukan pencurian ikan diwilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) atau Laut Natuna.

“Sebanyak 16 nelayan asing terbukti bersalah memasuki dan mencuri ikan dilaut Natuna. Vonisnya hanya denda, tapi sampai sekarang, belum ada dari 16 nelayan asing itu membayar denda,” ujar Waher.

Dikatakan Waher, pemerintah sudah membuat kebijakan dalam publikasi proses hukum illegal fishing, yakni tidak lagi menyebut nama bendera negara asal nelayan. Namun hanya kapal ikan nelayan asing.

“Kalau rinci negaranya apa saja tidak dibenarkan lagi,” kata Waher.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar