BBM Subsidi Langka di Daik, Bupati Duga Permainan Mafia

547
Pesona Indonesia
Mobil plat merah bernomor polisi BP 9 L mengisi mobil dengan bensin subsidi di salah satu kios eceran di Daik. foto:hasbi/batampos
Mobil plat merah bernomor polisi BP 9 L mengisi mobil dengan bensin subsidi di salah satu kios eceran di Daik. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, kembali terjadi lagi di Daik, ibukota Kabupaten Lingga. Hal ini membuat warga mulai kesulitan mencari premium (bensin) untuk keperluan sehari-hari.

Pantauan dilapangan, sejumlah kios eceran tutup akibat distribusi BBM terputus. Sejak dua bulan terakhir agen APMS Batu Kapak, dusun Penarik tidak memasok BBM. Para pedagang kios terpaksa mendatangkan bensin subsidi dari APMS Sungai Buluh, Singkep Barat.

“Dari bulan puasa kemarin, kita datangkan bensin dari Sungai Buluh. Di Penarik, dah hampir tiga bulan tak masuk,” kata salah seorang pedagang kios bensin eceran di Daik, Senin (22/8).

Kelangkaan BBM ini juga dirasakan warga karena kesulitan berakraktifitas. “Susah kita nak beraktifitas. Kios-kios banyak yang tutup. Katanya bensin habis,”ungkap Sabran warga Daik.

Terkait persoalan kelanggakaan BBM di ibukota kabupaten, Bupati Lingga, Alias Wello menyorot serius persoalan ini. Sebab bersangkutan dengan kepentingan orang banyak dan menggangu stabilitas ekonomi Kabupaten Lingga. Dugaan penyelewengan BBM subsidi oleh sejumlah oknum mendapat tanggapan tegas Alias Wello.

“Saya sudah banyak sekali mendapat aduan. Makanya, hari ini kita panggil seluruh agen. Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan tehnis dan non teknis. Saya betul-betul serius untuk masalah ini. Sudah 6 bulan ini kami berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyrakat. Kalau ditemukan ada yang nakal kita cabut izinnya, dan yang bermain-main dengan hal-hal yang subsidi, kita laporkan kepada pihak berwajib,” ungkap Awe, sapaan akrab Bupati Lingga tersebut.

Selain itu, pendistribusian BBM subsidi yang tersebar di tiga wilayah yakni APMS Penarik, APMS Batu Kapak dan APMS Senayang Awe juga mengatakan ia mendengar ada keterlibatan aparat dalam membekingi para mafia bermain minyak subsidi. Akibatnya, kebutuhan BBM subsidi masyarakat banyak yang menjadi korban.

“Ada permainan apa di lapangan. Ini menyangkut kepentingan orang banyak, jadi kami harus mengambil sikap tegas. Sampai-sampai katanya ada oknum aparat yang bekingi. Saya tidak peduli. Saya mau tahu siapa itu aparatnya, saya akan laporkan jika itu benar kepada atasannya,” ancam Awe.

Jika stabilitas BBM tidak juga pulih setelah dilakukan pertemuan, Awe berjanji akan bertindak tegas terhadap para pemain BBM subsidi yang mengganggu pendistribusian BBM di Lingga. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar