Cegah Jamaah Haji Keracunan, BTKLPP Batam Awasi Makanan JCH

358
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, secara rutin melakukan pengawasan makanan untuk jamaah calon haji (JCH) Embarkasi Batam. Langkah ini sebagai upaya mengantisipasi terjadinya keracunan makanan akibat bakteri.

Kepala BTKLPP Batam, Slamet Mulsiswanto, mengatakan BTKLPP Batam merupakan unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) – Kementerian Kesehatan RI. Salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah kewaspadaan dini dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB), bencana di bidang pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan serta kesehatan matra. Perjalanan ibadah haji termasuk dalam situasi matra yang harus dipantau secara terus menerus mulai sebelum berangkat hingga pulang.

“Setiap hari kami mengambil sampel makanan dari sarapan pagi, snack pagi, makan siang, snack sore, makan malam dan makanan yang akan akan dikonsumsi saat di pesawat, untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium kami,” ujar Slamet, Senin (22/8).

Kegiatan haji di Embarkasi Haji Batam telah dimulai sejak tanggal 8 Agustus 2016. Sejak saat itu pula BTKLPP Batam melaksanakan tugas surveilans terhadap makanan, penjamah makanan serta faktor risiko lingkungan di Asrama Haji Batam.

Menurut Slamet, makanan yang dikonsumsi oleh calon jamaah haji dan petugas selama di asrama haji dan di pesawat dikelola oleh perusahaan katering. Perusahaan katering yang mengelola makanan di asrama haji sudah memiliki sertifikat grade B dan di pesawat sudah memiliki sertifikat grade C.

“Penularan penyakit dapat melalui penjamah makanan yang carier penyakit tertentu,” ujar Koordinator Lapangan BTKLPP Batam, Erwin Hari Astuti.

Sejumlah Jemaah Calon Haji Batam melakukan doa bersama  saat pelepasan Jemaah Calon Haji Batam di Masjid Raya Batam, Senin (22/8). Para Jemaah calon haji Batam sebelum berangkat ke tanah suci mereka memasuki Asrama Haji Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah Jemaah Calon Haji Batam melakukan doa bersama saat pelepasan Jemaah Calon Haji Batam di Masjid Raya Batam, Senin (22/8). Para Jemaah calon haji Batam sebelum berangkat ke tanah suci mereka memasuki Asrama Haji Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kebersihan dapur dan tempat pengolahan makanan juga dipantau setiap hari. Hal ini supaya keamanan makanan mulai dari pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, sampai dengan penyajian tetap memenuhi syarat kesehatan.

“Pengambilan sampel makanan dilakukan terhadap semua makanan yang akan dikonsumsi oleh calon jamaah haji dan petugas,” imbuh Erwin.

Kegiatan ini dilakukan oleh tim Surveilans dan Sanitasi PPIH Embarkasi Batam yang terdiri dari BTKLPP Batam dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam.

Sementara itu, sejak Minggu (21/8) lalu sudah ada 13 kelompok terbang (kloter) JCH yang diberangkatkan ke Tanah Sudi dari Embarkasi Batam. Terdiri dari JCH asal Provinsi Kepri 443 orang, Provinsi Riau 3.997 orang, dan Provinsi Kalimantan Barat 1.328 orang. Total sebanyak 5.768 orang.

“Sementara sampel makanan yang diperiksa sebanyak 287 sampel dan yang telah selesai diperiksa sebanyak 200 sampel dengan hasil memenuhi syarat untuk dikonsumsi,” terangnya.

Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Ketua Bidang Kesehatan Embarkasi Batam dan pengelola katering untuk ditindaklanjuti. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah peningkatan pengawasan pada pengelolaan makanan di asrama haji dan pemeriksaan swab tangan penjamah makanan serta Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada penjamah makanan. (cr14)

Respon Anda?

komentar