DKP Bintan Usulkan 2.500 Nelayan Dapatkan Asuransi Jiwa

385
Pesona Indonesia
Nelayan asal Bintan Timur yang bekerja di KM Hasil Laut Jaya 12 baru pulang melaut dari Laut Cina Selatan di salah satu dermaga milik pengusaha ikan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kemarin. Tahun depan keselamatan nyawa nelayan Bintan akan dijamin asuransi jiwa dari KKP. foto:harry/batampos
Nelayan asal Bintan Timur yang bekerja di KM Hasil Laut Jaya 12 baru pulang melaut dari Laut Cina Selatan di salah satu dermaga milik pengusaha ikan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, kemarin. Tahun depan keselamatan nyawa nelayan Bintan akan dijamin asuransi jiwa dari KKP. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengalokasikan dana melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 mendatang sebesar Rp 175 miliar untuk mensubsidikan asuransi jiwa bagi 1 juta nelayan se Indonesia. Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap profesi nelayan yang sangat beresiko tinggi.

Asuransi jiwa itu meliputi kecelakaan yang menyebabkan kematian ketika sedang melaut atau beraktivitas menangkap ikan akan mendapatkan asuransi sebesar Rp 100-200 juta. Sedangkan kematian yang disebabkan kecelakaan di luar aktivitas penangkapan ikan mendapatkan bantuan Rp 160 juta. Kemudian kecelakaan yang menyebabkan cacat berat diberikan Rp 100 juta dan yang luka ringan hanya dapat biaya pengobatan tetap Rp 20 juta.

“Kita sudah usulkan 2.500 nelayan yang beraktivitas di Kawasan Perairan Provinsi Kepri agar mendapatkan asuransi jiwa. Semoga, 2017 mendatang asuransi jiwa itu bisa dinikmati nelayan Bintan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan, Elizar Juned ketika dikonfirmasi, Senin (22/8).

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan DKP Bintan, lanjutnya, ada 2.500 warga Bintan yang bermata pencahariannya sebagai nelayan tetap. Mereka berasal dari Kecamatan Bintan Pesisir, Mantang, Bintan Timur, Gunung Kijang, Bintan Utara, Teluk Sebong, Teluk Bintan, Seri Kuala Lobam dan Tambelan. Seluruhnya masih tergolong sebagai nelayan tradisional yang memiliki pendapatan dibawah rata-rata. Namun tingkat resiko keselamatan kerjanya, sama-sama tinggi dengan nelayan modern yang sudah menggunakan alat tangkap canggih.

Adanya program subsidi asuransi jiwa yang dicanangkan Pemerintah Pusat 2017 mendatang, Kata dia, pastinya sangat membantu profesi nelayan yang ada di Bintan. Karena selama ini tak satupun nelayan di Bintan terdata sebagai pemegang atau pengikut asuransi jiwa di salah satu perusahaan. Sehingga nelayan menanggung sendiri resiko yang mengancam keselamatan jiwanya ketika beraktivitas di laut.

“Kita berharap KKP seluruh data nelayan yang kita kirimkan. Jadi tahun depan seluruhnya bisa mendapatkan asuransi itu,” harapnya.

Nelayan asal Mantang, Yakob mengaku sangat senang jika program yang diwacanakan pemerintah mensubsidikan asuransi jiwa untuk profesi nelayan bisa terealisasi tahun depan. Karena asuransi itu sangat penting bagi nelayan sepertinya yang beresiko tinggi terhadap ancaman keselamatan jiwa selama berlayar di lautan.

“Kami pasti senang dengan kabar ini. Sebab selama melaut, nyawa kami taruhannya dan yang menjaminnya juga kami. Kalau memang benar dilakukan, kami ingin secepatnya dapatkan asuransi jiwa itu,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar