Lima Korban Hilang ditemukan Meninggal Dunia, Ini Kronologi Penemuannya!

703
Pesona Indonesia
Petugas mengevakuasi jenazah yang ditemukan mengapung di perairan Tanjungpinang, Senin (22/8). F.Yusnadi/Batam Pos
Petugas mengevakuasi jenazah yang ditemukan mengapung di perairan Tanjungpinang, Senin (22/8). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Lima penumpang dari 16 orang penumpang pompong yang dikemudikan satu tekong tujuan Tanjungpinang-Pulau Penyengat yang tenggelam, Minggu (21/8) sekitar pukul 09.20 WIB, telah ditemukan. Semua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (22/8).

Korban yang pertama kali ditemukan yakni Wawan (25), warga Pulau Penyengat. Ia ditemukan sekitar pukul 05.55 WIB, sekitar 100 meter dari bibir pantai dan juga posko evakuasi bersama di halaman Ocean Corner, depan Gedung Daerah.

Selanjutnya, korban kedua yang ditemukan yakni Muslih (29). Ia ditemukan sekitar 100 meter dari ujung ponton keberangkatan Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura (SBP), sekitar pukul 06.12 WIB.

Sementara itu, korban ketiga yang ditemukan yakni Mistam alias Gopang (40). Pria yang merupakan paman dari Esti Susilowati ditemukan sekitar pukul 06.20 WIB. Ia ditemukan terdampar di pesisir pantai pulau Paku.

Sama hal nya dengan Mistan, Trisna Ningrum Damayanti (24), pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) dari Bangka Belitung, merupakan korban keempat yang ditemukan. Ia ditemukan di sekitar perairan Pulau Paku sekitar pukul 06.50 WIB.

Berselang enam jam saat penemuan korban yang keempat. Tim gabungan akhirnya menemukan korban terakhir yakni Bagio (50), orang tua dari Esti Susilowati. Ia ditemukan tidak jauh dari ujung Pelabuhan Domestik SBP.

Pencarian terhadap kelima orang korban yang ditemukan kemarin, di pimpin langsung oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang didampingi Wadan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Dwika Tjahja Setiawan bersama sejumlah instansi terkait dan juga nelayan setempat.

Salah seorang keluarga dari korban atas nama Wawan, Razib mengatakan dirinya bersama anggota keluarga yang lainnya berkeliling menggunakan pompong untuk mencari keponakannya tersebut di perairan Pulau Penyengat.

“Kami turut serta bersama tim gabungan mencari berkeliling di perairan Pulau Penyengat. Sekitar jam 06.00 WIB, kami menemukan Wawan yang sudah mengambang tak jauh dari pelabuhan SBP. Jenazahnya pun langsung dievakuasi tim gabungan,”ujar Razib.

Wawan, di mata Razib, merupakan anak yang murah senyum dan orangnya pendiam serta tidak banyak bicara. Dirinya tidak menyangka keponakannya tersebut menjadi salah satu korban dari kecelakaan laut tersebut.

“Saya ketemu dia itu terakhir kali hari Jumat (19/8) saat dia meminjam motor saya. Itulah hari terakhir saya ketemu dia. Dengan telah ditemukannya Wawan. Keluarga sudah ikhlas,” kata Razia.

Terpisah Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, yang di konfirmasi terkait telah ditemukannya lima korban di hari kedua pencarian mengatakan hasil identifikasi ke lima korban tersebut sesuai dengan data nama korban yang diberikan pihak keluarga.

“Tadi para keluarga korban saat jenazah ditemukan langsung datang ke RSUD Provinsi Kepri dan melihat untuk memastikan anggota keluarganya,” ujar Joko.

Dikatakan Joko, untuk jenazah yang berhasil dievakuasi, Tim DVI Polda Kepri melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah secara fisik.

“Jenazah masih baik dan tidak terlalu sulit dikenali oleh pihak keluarga,”kata Joko.

Disebutkan Joko, dari lima jenazah yang ditemukan satu diantaranya wanita yakni Trisna Ningrum, karyawan bank BTN Pangkal Pinang. Jenazahnya pun langsung diberangkatkan ke Batam untuk selanjutnya di terbangkan ke rumah duka.

” Jenazah di terbangkan ke Palembang menggunakan pesawat Citilink ke Palembang via Batam. Sedangkan jenazah korban yang lainnya juga diambil pihak keluarga masing-masing untuk di makam kan,”sebut Joko.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Abdul Hamid menambahkan, jika ada masyarakat yang keluarganya belum ditemukan atau menjadi korban tenggelamnya pompong tujuan Tanjungpinang-Pulau Penyengat, agar segera melaporkan ke pihaknya.

“Sampai kemarin (Senin) tidak ada warga yang melaporkan. Terakhir yang melaporkan yaitu Rohib keluarga dari korban Subagio,” ujar Hamid.

Dengan hasil operasi bersama dan telah menemukan 17 orang yang terdiri dari 16 penumpang dan satu tekong. Maka operasi dinyatakan ditutup.

“Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada masyarakat yang melapor, posko akan kami buka kembali,” ucap Hamid.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar