Mulai Sekarang, Pelabuhan Wajib Sediakan Pelampung

417
Pesona Indonesia

Life-Jacketbatampos.co.id – Seluruh transportasi laut wajib menyediakan life jacket (jaket penolong) atau pelampung demi keselamatan penumpangnya.

Hal itu tak kecuali untuk transportasi rakyat yakni pancung atau kapal motor.

Kemarin, Wali Kota Batam Muhammad Rudi kaget ketika mengunjungi pelabuhan rakyat di Sekupang. Sebab, tak satupun dari transportasi disana (pancung) yang menyediakan life jacket untuk penumpang.

“Saya kaget disana, ternyata tak ada life jacket semua,” ujar Rudi saat berada di Kantor Walikota Batam, kemarin.

Padahal, lanjut Rudi, beberapa tahun lalu Polda Kepri sudah pernah menyediakan life jacket di pelabuhan untuk penumpang yang hendak menyebrang ke Belakang Padang atau pulau Sambu. Namun, kini jaket-jaket tersebut tak tahu rimbanya.

“Heran, jaket-jaket itu hilang kemana. Padahal life jacket itu perlu untuk keselamatan penumpang,” lanjut Rudi.

Apalagi, kondisi perairan antara Sekupang dan Belakangpadang cukup rawan, karena gelombang yang cukup tinggi. Ia juga heran melihat respon penumpang yang tak khawatir atas ketersediaan alat penyelamat.

“Respon mereka biasa saja. Mereka (penumpang), malah cuek-cuek saja,” ungkap Rudi.

Karena itu dalam waktu dekat, Rudi akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri untuk membicarakan hal tersebut.

Menurut dia, Pemerintah Kota Batam memang belum pernah menganggarkan penyediaan life jacket di pelabuhan rakyat.

“Setahu saya tak pernah dianggarkan. Saya akan panggil Zulhendri, supaya masalah ini cepat didudukan, sehingga tahu solusinya seperti apa. Kalau dibiarkan seperti ini terus bisa bahaya,” sebut Rudi.

“Setiap tahun ada, tapi tahun ini memang belum ada. Namun kita dapat bantuan dari Jasaraharja lebih dari 100 life jacket. Dan itu akan kita bagikan dalam waktu dekat,” ujar Zulhendri yang dihubungi.

Menurut dia, kewenangan keselamatan dibagian pelayaran merupakan tupoksi dari Kesyabandaran. Meski begitu, Pemko Batam juga memiliki peranan untuk mesosialisasikan tentang pentingnya menjaga keselamatan di laut.

Setiap tahun, lanjut Zulhendri pihaknya terus memberikan sosialisasi dan bantuan alat keselamatan laut untuk masyarakat hiterland. Faktor kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk melengkapi standar pelayaran membuat musibah itu terjadi, hingga akhirnya saling menyalahkan.

“Selalu ada sosialisasi baik di Mainland maupun hiterland. Untuk kedepannya, kita berharap masyarakat bisa lebih waspada dengan meningkatkan keselamatan saat menggunakan transportasi laut,’ pungkas Zulhendri. (she)

Respon Anda?

komentar