Pak Gubernur, Tolong Dengar Curhatan Pelajar Yang Tiap Hari Naik Pompong Ini

349
Pesona Indonesia

LINGGA-07-F-Tengku-Pelajar-Lingga-menunggu-jemputan-pompong-saat-pulang-sekolahbatampos.co.id – Puluhan penumpang motor sangkut terlihat mengantri di Pelabuhan Rakyat (Perla) di Sekupang, Senin (22/8). Tidak terkecuali pelajar yang ingin berangkat sekolah menuju ke Pulau Belakangpadang.

Tak menunggu lama, satu boat pancung mulai menepi, penumpang mulai mendekat ke dermaga dan naik ke kapal motor sangkut atau yang lebih dikenal dengan pong-pong. Seperti biasa pong-pong berangkat tanpa dilengkapi dengan life jacket.

Dewi, salah seorang pelajar asal Batam yang akan berangkat menuju sekolahnya yang berada di Pulau Belakangpadang menuturkan sudah mendengar kecelakaan kapal pong-pong yang terjadi di perairan Tanjungpinang kemarin.

“Sudah dengar, takut juga, tapi gimana lagi semua penumpang ga ada yang pake life jacket, jadi saya juga segan untuk meminta kepada pengemudi pong-pong,” ujar pelajar kelas VII SMPN 1 Batam ini.

Menurutnya, dirinya bersama teman-teman berharap pengemudi bisa menyediakan layanan life jacket setiap hari. “Walaupun cuaca tidak bagus, pengennya selalu pake (life jacket, red),” harapnya.

Sementara itu, pengemudi motor sangkut, Udin mengakui keterbatasan life jacket. Saat inidirinya hanya memiliki 3-6 life jacket, sedangkan penumpang untuk satu kali berangkat mencapai 12 orang penumpang.

“Ada tapi tidak sesuai kapasitas penumpang,” ujarnya.

Dia berharap kedepannya ada bantuan life jacket dari pemerintah untuk pengemudi motor sangkut.

“Terakhir kami mendapat bantuan 2012 lalu, itupun hanya satu life jacket untuk satu pancung,” bebernya.

Pemandangan berbeda terlihat, ketika satu motor sangkut yang dipenuhi oleh penumpang asing atau wisatawan dilengkapi dengan life jacket sesuai dengan jumlah penumpangnya.

“Kalau orang luar ga ada life jacketnya suka protes dan ga mau berangkat,” kata pengemudi motor sangkut cateran tersebut.

Hal ini menunjukkan wisatawan sangat mementingkan keselamatan saat diperjalanan. Hal berbeda malah ditunjukkan oleh penumpang asli. Beralasan karena sudah biasa dan menjadi rutintas, malah melalaikan keselamatan.(cr17)

Respon Anda?

komentar