Panas Dingin Hubungan Bang Poltak dengan Pak SBY

471
Pesona Indonesia
Ruhut Sitompul. Foto: jpnn
Ruhut Sitompul. Foto: jpnn

batampos.co.id – Partai Demokrat heboh lagi. Politikus Demokrat Ruhut Sitompul yang akrab disapa Bang Poltak tiba-tiba dinonaktifkan oleh Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari posisi sebagai koordinator juru bicara PD.

Politikus nyetrik yang terkenal kata-katanya: Pening Aku… ini dinilai SBY terlalu berani mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bertentangan dengan yang digariskan PD dan SBY selaku Keuam PD.

Ini memang bukan kali pertama Bang Poltak mendapat teguran dari Pak SBY. Namun setiap teguran yang dilayangkan SBY, Bang Poltak menilai sebagai bentuk kasih sayang SBY kepadanya.

Jika melihat kebelakang, hubungan SBY dengan Bang Poltak memang kadang panas, kadang dingin. Bahasa sederhananya, kadang bikin pening, pening, dan pening…

Ya, Berikut Gambaran Hubungan Pak SBY dengan Bang Poltak yang dirangkum jawapos.com. (grup batampos.co.id):

1. Ruhut Mengklaim Sebagai Sang Pembela Utama SBY

Sering kali Ruhut mengulang-ulang alasannya bergabung dengan Demokrat, tak lain dan tak bukan karena sosok SBY. Dia sangat mengagumi ketua umumnya itu. Begitupun SBY seperti yang diklaim Ruhut, sangat sayang kepada dirinya.

Karena kecintaannya itu, Ruhut selalu pasang badan ketika SBY dideskriditkan.  Dia sempat meradang ketika pemimpinnya itu kerap disalahkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Begitupula ketika SBY dikait-kaitkan dengan kasus Bailout Bank Century yang ditangani Komisi Pemberantasana Korupsi (KPK). Ruhut dengan lantang membela SBY.

2. Bagi Ruhut, SBY adalah Bapak Demokrasi Bangsa

Sebutan itu disampaikan Ruhut ketika SBY sebagai presiden keenam memutuskan untuk menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (Perppu Pilkada). Yakni, soal mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung.

3. Ruhut Sayang SBY, Sempat Benci Jokowi

Saat sebuah survei menyampaikan hasil bahwa Jokowi pantas menjadi presiden pada 2013 lalu, Ruhut sempat melontarkan kritik pedas. Dia menyebut Jokowi yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tak pantas menjadi calon presiden.

Bahkan, ia mangatakan hal tu dengan menyebut Jokowi pedagang mebel dan belum pada levelnya.

Namun sikap Ruhut berubah 180 derajat ketika gubernur DKI Jakarta itu terpilih menjadi presiden pada pemilu 2014.

Menjelang Pilpres pada 2014 lalu, Ruhut mengaku tertarik pada tagline Indonesia Hebat yang diusung Jokowi-JK. Kendati demikian, dia berdalih tagline itu artinya mengakui kehebatan kepemimpinan SBY selama 10 tahun ini.

Memang beberapa kali terjadi aksi saling sindir antara SBY dan Jokowi. Bahkan, SBY sempat memberi tujuh catatan kepada Jokowi.

Ketujuh catatan itu meliputi situasi perekonomian, kondisi kehidupan masyarakat dari sisi sosial dan ekonomi, upaya penegakan hukum, dan kedaulatan partai politik.

Selain itu, SBY juga menyoroti persoalan TNI/Polri dalam menjalankan tugas pokoknya, pergerakan komunis, hingga peranan pers.

Kendati demikian, kritikan SBY itu kata Ruhut layaknya nasihat antara senior kepada junior.

4. Ruhut Kini Menjadi Teman Ahok

Menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2017 mendatang, Ruhut selalu menyerukan dukungannya terhadap Ahok. Akan tetapi, dia menegaskan itu hanyalah pandangan pribadinya.

Kendati nantinya Demokrat berkata lain, Ruhut menegaskan akan tetap mendukung Ahok.

Padahal, Partai Demokrat hingga kini belum memutuskan akan mengusung siapa dalam Pilkada DKI.

5. Ruhut Dinonaktifkan SBY

Hari ini, Senin (22/8/2016), Ruhut resmi dinonaktifkan sebagai koordinator juru bicara Partai Demokrat. Pemberhentian itu diketahui publik melalui viral sms yang diduga berasal dari SBY ke Ruhut.

Dikatakan bahwa, Ruhut tidak mengikuti kebijakan dan garis partai. Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan pria kelahiran Medan itu dianggap tidak mencerminkan posisi partai dan garis posisi SBY sebagai ketum Demokrat.

Digadang-gadang, salah satu penyebabnya lantaran dukungannya itu terhadap Ahok.

Selain itu, setelah mendapat kabar penonaktifannya sebagai koordinator jubir Demokrat, Ruhut langsung menemui SBY di suatu tempat, Senin siang.

SBY lantas memberikan sembilan lembar catatan berisi tujuh poin lengkap dengan tanda tangan ketumnya itu.

Sempat mengatakan Demokrat bukan partai pertama tapi menjadi yang terakhir dan siap menjadi independen seperti Ahok, Ruhut melengkapinya kembali. Dia menegaskan tetap kader Demokrat.

“Faktanya, Pak SBY sayang aku,” sebut Ruhut saat menggelar konferensi pers hari ini, Senin (22/8).

6. Tak Takut Dipecat dan Tetap Dukung Ahok

Jika memang pencopotannya karena sikapnya yang mendukung Ahok, Ruhut akan tetap pada pendiriannya. Dia menyatakan akan terus mendukung mantan bupati belitung timur itu mencalonkan diri di Pilkada DKI Jakarta.

Bahkan ia menyatakan tak takut jika nantinya dipecat lantaran sikapnya. Ruhut seolah menantang. (dna/JPG)

Respon Anda?

komentar