Pemilik Transportasi Laut Harus Lengkapi Peralatan Safety

401
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan akan melakukan pendataan dan penertiban terhadap penambang pompong yang beroperasi di seluruh perairan Kabupaten Bintan. Hal ini dilakulan sebagai antisipasi agar insiden tenggelamnya pompong rute Tanjungpinang-Pulau Penyengat yang banyak menelan korban jiwa akhir pekan lalu tidak terjadi kembali di Kabupaten Bintan.

“Bagi pelaku usaha transportasi laut yang tak melengkapi kapalnya dengan peralatan keamanan (safety) sesuai standarisasi yang berlaku akan kita tindak tegas. Karena telah mengabaikan keselamatan para penumpang,” ujar Kepal Dishub Bintan, Yandrisyah ketika dikonfirmasi, Senin (22/8).

Dari catatan Dishub Bintan, ada 50-an lebih transportasi laut yang melayani penyeberangan antar pulau-pulau yang ada di Kecamatan Bintan Pesisir menuju Dermaga Pantai Indah, Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) dan penyebrangan dari pulau-pulau yang ada di Kecamatan Mantang menuju Dermaga Seienam, Kijang, Kecamatan Bintim.

Sedangkan untuk penyebrangan antar Kecamatan Tambelan menuju Kijang, Kecamatan Bintim bisa menggunakan Kapal Perintis yang disediakan PT Pelni. Namun dikarenakan pelayaran yang dilakukan kapal perintis itu menelan waktu lama untuk sampai tujuan, maka dengan nekat masyarakat mengambil jalur alternatif yaitu menumpangi kapal ikan sebagai transportasi laut menuju Kijang dan sebaliknya.

“Kita tegaskan agar warga Tambelan tidak menumpangi kapal ikan untuk menuju ke Kijang maupun sebaliknya. Karena beroperasinya kapal ikan bukan untuk mengangkut penumpang melainkan muatan ikan. Sehingga keamanan dan kenyamanannya hanya dikhususkan kepada ABK bukan penumpang,” katanya.

Dishub Bintan, kata dia, selalu memberikan bantuan berbagai alat safety kepada pelaku usaha transportasi laut dan nelayan se Bintan setiap tahunnya. Diantaranya life jacket untuk penumpang dan ABK Kapal, pelampung bulat untuk kapal, dan lainnya. Semua ini dilakukan agar keamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang dan ABK bisa terjamin.

Besar harapannya kepada pelaku usaha transportasi laut untuk menggunakan safety yang telah diberikannya selama ini. Jikapun belum mendapatkan bantuan itu, dihimbau untuk berinisiatif sendiri dalam menyediakannya. Karena keselamatan para penumpang lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan semata.

“Ingat jika pemilik kapal ikan masih mengizinkan warga menumpang ke pulau-pulau, harus berinisiatif sendiri untuk menyediakan safety. Tapi kalau terjadi insiden yang tak diinginkan di laut, tanggung resikonya sendiri juga. Dan jangan sibuk dan nyalahin kami,” ancamnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar