Usul, Naikkan Saja Cukai Rokok Berfilter yang Kretek Jangan

487
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Ketua Paguyuban Mitra Pelinting Sigaret Indonesia (MPSI) Djoko Wahyudi memiliki ide, pemerintah sebaiknya menaikkan cukai khusus sigaret kretek mesin (SKM) berfilter, apabila ingin menahan laju pertumbuhan perokok baru di kalangan anak muda.

Karena, menurut Djoko, konsumen baru cenderung memilih rokok SKM berfilter karena dianggap lebih modern. Ini berbeda dengan dengan SKT, yang konsumennya cenderung berusia dewasa.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya, Jum’at (19/8), juga menanggapi usulan kenaikan harga rokok hingga Rp50 ribu demi memenuhi target pendapatan pajak dianggap sebagai kebijakan yang terburu-buru.

Soekarwo juga menganggap jika alasan menaikkan harga rokok tersebut untuk mencegah anak agar tidak merokok, juga dianggap tidak efektif.

Saat ini terdapat sekitar 6,1 juta orang yang menggantungkan hidupnya dari rokok. Termasuk juga pendapatan daerah dari cukai rokok sudah cukup tinggi. Provinsi Jawa Timur mendapatkan sumbangan dari cukai rokok hingga Rp 2,2 triliun, yang kemudian dibagi sebesar 30 persen untuk pemerintah provinsi dan sisanya untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Sumbangan cukai dari Jatim ke pusat sebenarnya mencapai Rp 100 triliun, tapi yang turun ke Jatim Rp 2,2 triliun,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Terkait cukai hasil tembakau, rencana tarif cukai rokok tahun depan akan dinaikkan seiring dengan dinaikkannya target penerimaan dari cukai hasil tembakau (CHT) menjadi Rp 149,88 triliun. Angka tersebut naik 5,78 persen dibandingkan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 sebesar Rp141,7 triliun.

Pemerintah sendiri memasang target penerimaan cukai secara keseluruhan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebesar Rp 157,16 triliun, atau naik 6,12 persen dari target APBN Perubahan 2016, Rp148,09 triliun. (rilis)

Respon Anda?

komentar