Waspada! Jangan Tergoda Melaut, Cuaca di Kepri Lagi Genit

2801
Pesona Indonesia
Awan gelap seperti bergulung-gulung di atas Perairan Kepri hingga Selat Malaka dan sekitarnya, Minggu (21/8/2016) sekitar pukul 11.00 WIB yang terlihat dari perairan Singapura. Cuaca buruk telah mengakibatkan kecelakaan di perairan Tanjungpinang, dimana 15 penumpang pompong dari Tanjungpinang tujuan Pulau Penyengat tewas tenggelam. Foto:. Bambang Irawan untuk Batam Pos
Awan gelap seperti bergulung-gulung di atas Perairan Kepri hingga Selat Malaka dan sekitarnya, Minggu (21/8/2016) sekitar pukul 11.00 WIB yang terlihat dari perairan Singapura. Cuaca buruk telah mengakibatkan kecelakaan di perairan Tanjungpinang, dimana 15 penumpang pompong dari Tanjungpinang tujuan Pulau Penyengat tewas tenggelam. Foto:. Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca di Kepri saat ini tak menentu. Sebentar panas, sebentar hujan. Potensi angin kencang hingga puting beliung, juga meningkat. Perubahan cuaca yang drastis ini, disebabkan oleh aktivitas awan Cumulonimbus.

“Kalau saya menyebutnya, cuaca di Kepri saat ini sedang genit,” kata Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Hang Nadim Batam, Philip Mustamu seperti diberitakan koran Batam Pos, Selasa (23/8/2016).

BACA: Estii Subagyo, Calon Pengantin yang Meninggal pada Tragedi Pompong Tenggelam Tanjungpinang-Penyengat

Cuaca yang genit ini, menurut Philip akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Dan setelah itu akan kembali mereda dan tenang.

Philip menyebutkan bahwa saat kejadian laka laut di Perairan Penyengat, Tanjungpinang, cuaca tidak terlalu ekstrem, sebab dari data satelit gelombang tinggi maksimumnya hanya 1.3 meter. Tapi angin berhembus cukup kencang, sekitar 25 knot.

“Angin kadang juga bisa meningkatkan tingginya gelombang. Tapi kami merasa gelombang masih normal, tak seperti di Anambas dan Natuna gelombang disana selalu tinggi. Lebih dari dua meter,” ungkapnya.

Baca Juga: Keluarga Histeris Melihat Jenazah Hesti, Calon Pengantin yang Meninggal karena Pompong Tenggelam

Biasanya kata Philip sebelum terjadinya hujan badai dan petir, pihaknya selalu mengirimkan peringatan dini ke instansi-instansi yang berwenang seperti pelabuhan. Ia mengatakan peringatan dini hujan lebat, angin kencang disertai petir sudah dikeluarkan Stamet Hang Nadim dari pukul 07.25.

Baca Juga: Foto Cincin Kawin Calon Pengantin Esti & Mumu, Korban Meninggal Kapal Tenggelam Tanjungpinang-Penyengat Bikin Nangis

Sekitar 5 kali, peringatan dini melalui pesan singkat dikirimkan oleh BMKG Hang Nadim. “Kami tidak bisa memasukan setiap nomor masyarakat ke BMKG. Tapi peringatan dini dikirimkan ke instansi, harusnya bisa menyebarkan ke orang-orang atau pelaku transportasi,” ucapnya.

Namun walau masyarakat tak bisa menerima peringatan dini. Setidaknya sebelum berlayar, bisa mengecek melalui website BMKG yakni hangnadim.kepri.bmkg.go.id.

“Kami selalu update, setiap perkembangan informasi cuaca. Sekarang masyarakat sudah memiliki handphone yang bisa terkoneksi dengan internet. Bisa cek lewat itu,” ujarnya.

BACA: Muslichudin, Calon Pengantin Pria Juga Meninggal Tragedi Pompong Tenggelam Tanjungpinang-Penyengat

Mengenai potensi hujan, badai, dan petir. Philip mengungkapkan pihaknya bisa memperkirakan satu hingga dua jam sebelum kejadian. Dan biasanya pihaknya sudah mengirimkan peringatan melalui sms atau mengupdate di situs BMKG.

“Saya berharap masyarakat selalu berhati-hati. Untuk yang ingin berpergian, bisa mengecek prakiraan cuaca di website kami,” pungkasnya.(ska/she)

Baca Juga:
> Pompong Tanjungpinang-Penyengat Tenggelam, Sudah 10 Penumpang Tewas Ditemukan
> Resty, Warga Batam yang Selamat Saat Pompong Tanjungpinang-Penyengat Tenggelam
> 5 Penumpang Pompong Tanjungpinang-Penyengat yang Tenggelam Belum Ditemukan
> Detik-Detik Pompong Tanjungpinang-Penyengat Tenggelam Versi Resty, Korban Selamat

Respon Anda?

komentar