Awe Janji Tindak Tegas Mafia BBM

453
Pesona Indonesia
Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello berjanji untuk menindak tegas persoalan distribusi BBM subsidi yang diduga sarat akan permainan ‘mafia’ minyak. Hal tersebut diungkapkanya saat kegiatan forum diskusi terkait masalah tidak meratanya pendistribusian BBM di wilayah Kabupaten Lingga yang berlangsung alot di Balai Agung Junjungan Negri, Daik Lingga, Senin (22/8) kemarin.

Awe panggilan akrab bupati Lingga tersebut mengatakan, persoalan yang terjadi di lapangan seperti distribusi minyak yang tidak merata. Selain itu, dari aduan yang ia terima terjadi pembatasan jumlah BBM kepada kios-kios dan juga jatah lebih kepada sejumlah oknum. Selain itu, Awe mengatakan ia juga mendapat informasi soal peredaran BBM subsidi jatah Lingga yang digunakan untuk kepentingan lain termasuk di luar Kabupaten Lingga.

“Persoalan ini, kami pandang sangat penting. Di ibukota kabupaten kosong, tapi beredar untuk kepentingan-kepentingan lain. Agen yang masih nakal, akan kami tidak tegas dan kami serahkan kepada penegak hukum” ungkap Awe.

Penindakan yang akan dilakukan pemerintah, sambungnya, yakni dengan mencabut izin tanpa pandang bulu. “Ini adalah komitmen pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, terkait teknis di lapangan Awe juga mengatakan pihaknya mendengar adanya pengurangan takaran dalam setiap drum-drum BBM yang di distribusikan agen kepada pemilik SITU dan HO. Tindakan penyelewengan ini, menurut Awe sudah tidak wajar yang dilakukan perusahaan sebagai mitra pemerintah tersebut.

“Banyak sekali aduan yang masuk. Makanya kita kumpulkan semua di sini. Saya juga ingin mendengar langsung dari para agen. Sebab ini menyangkut kepentingan orang banyak,” timpalnya.

Namun, fakta yang terjadi di lapangan keluhan masyarakat akibat dugaan penyelewengan ini, Awe menilai harus segera diselesaikan.

“Inikan cara-cara yang tidak bagus. Di Senayang, nelayan kena dampak mahalnya minyak yang dikuasai pengusaha. Sudah minyak langka, harga juga mahal,” jelas Awe.

Selain itu, Awe juga menyorot dugaan keterlibatan aparat yang ikut membekingi dan ‘bermain’ sehingga memudakan akal bulus para agen nakal dalam melaukan aksinya. Dengan tegas, Awe katakan ia tidak takut dengan aparat dan akan melaporkan hal tersebut kepada atasannya jika memang benar terbukti.

“Saya tidak takut. Selama untuk kepentingan masyarakat saya. Tunjukkan siapa, siapa ‘aparat’ yang bermain,” tukas Awe. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar