Calon Ketua Golkar Wajib Miliki Dukungan 30 Persen

237
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Ini informasi penting bagi kader atau pengurus Partai Golkar yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar tingkat I Provinsi Bengkulu. Apa itu? Sesuai dengan AD/RT Partai, bahwa selain berstatus kader, juga minimal sudah menjadi pengurus satu periode atau lima tahun.

Kemudian bakal calon yang bisa mendaftar wajib memiliki dukungan minimal 30 persen dari jumlah suara yang diperebutkan. Hal itu diungkapkan Ketua Organizing Cimmittee (OC) Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu Frentindo seperti diberitakan Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group), hari ini (24/8).

Dikatakan Frentindo, bahwa untuk pelaksanaan Musda digelar di Hotel Grage Horizon, Minggu (28/8) pukul 14.00 WIB. Setiap Kabupaten/kota diminta untuk mengirimkan utusan kepengurusanya menjadi peserta sebanyak 8 orang. Diantaranya Ketua dan Sekretaris, berikut Bendahara serta Wakil Ketua I,II,dan III serta perwakilan dari organisasi pemuda serta perempuan.

‘’Dalam Musda nantinya ada 13 suara. Yakni 10 Ketua DPD Golkar Kabupaten/kota dan urutsan dari Organisasi Masyarakat Mendirikan dan Didirikan serta dari perwakilan DPD tingkat I berikut perwakilan dari DPP. Mekanisme pencalonan dan Musda itu tertuang dalam aturan partai Golkar Nomor 5 tentang mekanisme Musda Partai Golkar,’’ ujar Frentindo.

Lanjut Frentindo, bahwa pihaknya sudah menyampaikan undangan berikut belangko pendaftaran bakal calon Ketua DPD. Dalam pendaftaran akan dibuka menjelang Musda digelar. Syarat dukungan minimal 30 persen itu harus disertakan bisa melalui lisan dan tulisan. Kemudian bagi kader yang berstatus pernah dipecat itu wajib menyertakan bukti surat rekomendasi dari DPP yang sudah direhabilitasi dalam Musyawarah Nasional (Munas).

‘’Intinya kami panitia akan membuka pendaftaran bakal calon ketua DPD Golkar pada Minggu (28/8,red). Namun sampai saat ini belum ada satupun yang menyatakan sikap akan maju. Jika memang sampai Musda tidak ada calon satupun, maka akan disampaikan ke DPP,’’ terang Frentindo.

Menurut Frentindo, dalam proses Musda, peserta yang boleh masuk dalam arena juga yang memiliki mandat atau yang sudah tercantum dalam undangan sebanyak masing-masing kabupaten/kota delapan orang. Sehingga tidak semua kader akan dibolehkan masuk.

‘’Harapan kami panitia, dalam Musda nantinya pemilihan Ketua DPD bisa aklamasi. Namun jika ada calon lebih dari satu, maka itu akan divoting. Yang mendapatkan suara dukungan terbanyak itulah yang akan terpilih. Lalu usai Ketua terpilih didapati, barulah dibentuk tim formatur. Pesertanya diantaranya Ketua terpilih dan perwakilan DPP, Ormas Mendirikan dan didirikan serta perwakilan dari DPD tingkat II. Tujuannya untuk membentuk kepengurusan dalam struktur di organisasi,’’ paparnya.

Ditambahkan Frentindo, untuk kesiapan panitia sudah 90 persen. Bahkan rencana Musda akan dibuka langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar di pusat Setya Novanto. Pihaknya berharap Musda bisa berakhir tanpa ada kegaduhan. ‘’Jadi silahkan kader atau pengurus yang mau nyalon bisa mendaftar nantinya,’’ pungkasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar