Daftar Haji Minimal Usia 12 Tahun

336
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 4 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Jambi harus menggunakan kursi roda dalam melaksanakan ibadah haji. Ini dikarenakan kondisi mereka yang sedang sakit stroke.

Namun tetap bisa berjalan meskipun harus dibantu dengan petugas haji. Sementara itu, berdasarkan data, ada 1 orang CJH yang batal berangkat haji dikarenakan meninggal dunia menjelang keberangkatan.

”Kondisi jemaah haji Kota Jambi secara keseluruhan sehat, namun ada yang harus menggunakan kursi roda sebanyak 4 JCH. Selain karena faktor umur, juga dikarenakan penyakit stroke yang dialami. Namun prinsipnya mereka masih bisa bergerak dan berjalan. Hanya butuh pendamping nantinya,” ujar Raden Lukman, Kasi Haji Kemenag Kota Jambi saat pelepasan jemaah haji Kota Jambi oleh Wali Kota Jambi, kemarin (23/8).

Pantauan Jambi Independent (Jawa Pos Group), ada belasan bus yang siap untuk mengantar JCH hingga ke bandara. Seluruh JCH langsung dilepas oleh Wali Kota Jambi Sy Fasha beserta jajarannya di lapangan kantor Wali Kota Jambi. Ada banyak pemandangan mengharukan. Dimulai semenjak keluarga mengantar hingga batas pagar kantor walikota.

Karena memang pihak keluarga sudah tidak diperbolehkan lagi mengantar hingga masuk ke lapangan. Tangis haru, kesedihan bercampur senang dirasakan baik oleh keluarga yang ditinggalkan oleh jemaah yang akan berangkat. Tak sedikit tangisan dan isak tangis terdengar. Pelukan erat pertanda perpisahanpun dirasakan.

Dijelaskannya bahwa jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Jambi sebanyak 545 orang. Kemarin (23/8) adalah kloter 16 yang merupakan kloter pertama kali berangkat dari Kota Jambi sebanyak 445 orang. Untuk kloter 17 terdiri dari 20 orang yang akan diberangkatkan pada 24 Agustus. Selanjutnya kloter 18 tersiri dari hanya 1 orang akan berangkat pada 25 Agustus. Terakhir kloter 19 yang terdiri dari 79 orang akan diberangkatkan pada 27 Agustus 2016.

”Masuk asrama satu hari menjelang diberangkatkan. Nanti dari Jambi langsung menuju Batam. Tahun ini jemaah haji kita tidak lagi menginap di Batam, namun hanya transit saja, pindah pesawat dan langsung terbang,” jelasnya.

Dijelaskannya bahwa untuk peraturan baru, calon jemaah haji yang ingin mendaftar baru diperbolehkan minimal usia 12 tahun. Biasanya, mereka yang mendaftar baru akan bisa berangkat hingga daftar tunggu hingga 15 tahun. ”Untuk yang paling muda dari Kota Jambi ada yang berusia 20 tahun, sedangkan yang paling tua ada yang berusia 85 tahun,” bebernya.

Untuk lansia, dijelaskannya memang diprioritaskan dibandingkan daftar tunggu CJH yang masih muda. ”Daftar tunggu lansia paling hanya 3 tahun. Setelah mereka daftar, biasanya 2 hingga 3 tahun berikutnya langsung kita daftarkan. Kalau lolos di kementerian, bisa langsung berangkat. Karena daftar tunggu untuk lansia dari seluruh Indonesia sebanyak 60 ribu,” bebernya.

Di Kota Jambi sendiri, ada sebanyak 101 daftar lansia yang mendaftar haji. Namun yang hanya bisa berangkat pada 2016 ini hanya 18 lansia. ”Kita hanya mendaftarkan, ada tim khusus yang menentukannya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Sy Fasha berpesan agar CJH selalu menjaga kesehatan menjelang dan selama mengikuti rangkaian ibadah haji. ”Selamat menunaikan ibadah haji bagi tamu Allah. Saya berharap kepada jemaah haji agar selalu menjadi kesehatan. Dan jangan lupa untuk selalu banyak minum air putih,” bebernya.

Fasha juga berpesan untuk selalu fokus melaksanakan ibadah haji dan tidak memikirkan keluarga, pekerjaan, usaha dan bisnis yang ditinggalkan di Jambi. ”Agar fokus saja pada pelaksanaan ibadah haji, yang di Jambi jangan terlalu dipikirkan dan saya berharap semua jemaah haji selalu sehat, dan selamat baik pergi maupun hingga pulang nantinya ke tanah air,” harap Fasha. (jpg)

Respon Anda?

komentar