Dinkes Batam Dukung Kenaikkan Harga Rokok

502
Pesona Indonesia
Ilustrasi perokok aktif. Sumber Foto: republika
Ilustrasi perokok aktif. Sumber Foto: republika

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam, mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang rencananya akan menaikkan harga rokok menjadi Rp50 ribu per bungkusnya.

Kenaikkan harga rokok dinilai bisa mengurangi perokok usia muda, terutama di kalangan pelajar.

“Pastinya kita mendukung,” kata Kepala Dinas kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal, Selasa (23/8).

Saat ini, Dinkes tengah melakukan sosialisasi penerapan Perda rokok. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Batam, pihaknya turun ke sekolah untuk mengedukasi pelajar tentang bahaya rokok.

Menurutnya faktor lingkungan dan pergaulan menjadi penyebab utama meningkatnya perokok pemula.

“Pastinya karena pergaulan,” ujarnya.

Kenaikkan harga rokok ini, setidaknya meminilisir bertambahnya perokok pemula di Kota Batam. Rokok sangat memberikan efek yang sangat buruk terhadap kesehatan perokoknya, begitu juga bagi lingkungan sekitar.

“Perokok pasif juga berpotensi terserang penyakit yang disebabkan oleh rokok,” jelasnya.

Disinggung mengenai data perokok di Batam, diakuinya merasa kesulitan untuk mendata.

“Kalau data kita belu ada jumlah pastinya, tapi peroko di kalangan remaja tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan murahnya harga rokok, dan bisa didapatkan dimana saja,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batam, Rustam Efendi mengakui jumlah perokok di kalangan pelajar memang banyak.

Murahnya harga rokok membuat pelajar, rela menyisihkan uang belanja mereka untuk membeli sebatang rokok.

“Kasus seperti ini banyak kita temui,” kata dia.

Pihaknya mendorong pemerintah segera menaikkan harga rokok, dan berharap pelajar merasa kesulitan untuk membeli rokok. “Pastinya itu akan menekan jumlah perokok di kalangan pelajar,” ujarnya.

Dia juga mengimbau orangtua turut serta dalam memantau perkembangan anak. Orangtua bisa memberikan pendidikan secara dini mengenaik bahaya merokok bagi kesehatan anak.

“Semuanya harus terlibat, baik orangtua maupun guru. Saat ini guru juga telah dilarang untuk merokok di lingkungan sekolah. Ini salah satu upaya kita dalam mengedukasi pelajar,” tukasnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar