Hilang Kendali, Mobil Masuk Jurang, Dua Pelajar Tewas

525
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Muhammad Jukol Amri (14) dan Andra (14), tewas setelah terlibat kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir.

Kecelakaan maut yang menewaskan dua pelajar itu terjadi sekitar pukul 18.00,  Senin (22/8) lalu. Kejadian bermula ketika dua korban melaju dari arah Muarabungo menuju Bangko dengan kecepatan tinggi.

Secara bersamaan melaju mobil jenis dump truck dari arah berlawanan. Diduga saat kejadian, mobil dump truck tersebut ingin berbelok ke kanan jalan. Sementara korban, yang juga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi tak bisa lagi mengelak. Sehingga terjadi benturan keras. Motor tanpa pelat yang dikendarai kedua korban terseret ke arah kanan jalan, dan menabrak satu unit mobil Avanza.

Mendapatkan dua korban tergeletak, sopir mobil dump truck tersebut pun melarikan diri karena takut diamuk massa. Sedangkan warga yang melihat kejadian, segera berusaha membantu korban. Namun, nyawa korban tak dapat tertolong. Akibat terseret, korban me ngalami luka parah di sekujur tubuhnya.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga melalui Kasat Lantas AKP Teguh Patriot yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kasat mengatakan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan saksi. ”Jadi saksi yang kita mintai keterangan itu di antaranya, sopir mobil Toyota Avanza dan warga sekitar yang menyaksikan kejadian,” ungkap Teguh.

Guna kepentingan penyelidikan, pihaknya juga mengamankan barang bukti, berupa sepeda motor milik korban. “Sedangkan untuk mobil dump truck itu, kita masih melakukan pengejaran, karena saat kejadian langsung melarikan diri,” pungkasnya seperti diberitakan Jambi Independent (Jawa Pos Group), hari ini (24/8).

Sementara, kecelakaan juga terjadi di Buluran Kenali, Kota Jambi, kemarin (23/8). Satu unit mobil pikap BH 9086 AM, terjun masuk jurang karena Saipul, sang sopir hilang kendali. Akibatnya, Saipul mengalami patah tulang di lengan kiri. Warga sekitar mengatakan, kawasan tersebut memang sering terjadi kecelakaan.

”Lokasi kecelakaan ini penurunan, jalan sempit, tapi lalu lintas padat. Ditambah setelah penurunan ada jembatan dan tikungan patah. Dia bawa semen, kata Amin, salah satu warga di lokasi kejadian.

Sementara Syaipul, sopir pikap pembawa semen yang masih sadarkan diri langsung dievakuasi warga. Warga sempat membaringkan Saipul yang meringis kesakitan sebelum dibawa ke rumah sakit. ”Aduh bang, tangan kiri saya tidak bisa bergerak. Pelan-pelan, sakit, ya Allah…,” ucap Saipul saat digotong warga beramai-ramai ke mobil milik pengandara lain yang kebetulan lewat.

Saat itu Syaipul datang dari Arizona hendak menghantar pesanan semen ke Seberang Kota Jambi. Namun setibanya di TKP, dia berusaha menghindari pengedara motor yang melebar hingga memakan jalur. Akibatnya, Syaipul lepas kendali sehingga masuk ke jurang. ”Ada motor arah depan, saya berusaha mengelak,” ujarnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar