Imigrasi Tanjunguban Tuntut Nakhoda Kapal Asing dengan UU Keimigrasian

445
Pesona Indonesia
 Kapal Seven Seas Conqueress berbendera Malaysia yang ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 KAL Mapor di Perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (21/8). foto:ist
Kapal Seven Seas Conqueress berbendera Malaysia yang ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 KAL Mapor di Perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (21/8). foto:ist

batampos.co.id – Humas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban, Muhammad Noor mengatakan akan menuntut nakhoda Kapal Odisey Marine PTE LTD Singapura, Ricky Tan Poh Hui dengan Pasal 113 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Pasalnya nakhoda berkebangsaan Singapura itu membawa kapal pemancingan berbendera Malaysia dengan sengaja memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa mengantongi dokumen resmi.

“Bagi warga asing yang melanggar aturan keimigrasian akan kita tuntut dengan Pasal 113 UU Nomor 6 Tahun 2011,” ujarnya Ketika dikonfirmasi, Selasa (23/8).

Pelanggaran keimigrasian yang dilakukan warga asing dengan modus melayani jasa pemancingan sering terjadi di Perairan Kabupaten Bintan, khususnya di Kawasan Desa Tanjung Berakit. Untuk memberikan efek jera, Imigrasi Kelas II Tanjunguban akan menindak tegas bagi warga asing yang melanggar aturan tentang keimigrasian dengan mengajukan tuntutan itu ke pihak penegak hukum.

Agar tuntutan itu bisa diterima oleh penegak hukum, lanjutnya, Imigrasi Kelas II Tanjunguban segera melengkapi seluruh berkas yang diperlukan. Sehingga ketika proses hukumnya dimulai pihaknya langsung melayangkan tuntutan tersebut.

“Kita tak mau lagi ada warga asing yang bebas masuk NKRI tanpa dokumen resmi. Dan juga tak menginginkan mereka bebas dari sanksi hukuman lagi,” katanya.

“Kita akan melengkapi berkas itu secepatnya. Jadi tinggal pengajuan ke PN Tanjungpinang saja,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar