Ketidaksiapan Saat Menikah, Kasus Penelantaran Anak dan Istri Meningkat

218
Pesona Indonesia

sad-girl-istock-600x315batampos.co.id – Kasus penelantaran anak dan istri yang menjadi perhatian khusus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang dinilai meningkat.

Terhitung, dalam sebulan rata-rata unit PPA menerima 4 laporan kasus penelantaran anak dan istri.

Kanit Unit PPA Polresta Barelang, Iptu Herman Kelly mengatakan laporan tersebut didominasi para istri yang tak mendapatkan nafkah.

“Bulan ini meningkat. Rata-rata suaminya tidak pulang dan istri tidak mendapatkan nafkah. Sementara anaknya terlantar,” ujar Kelly di Mapolresta Barelang.

Dia menjelaskan penyebab utama kasus ini yakni, faktor ekonomi. Selain itu faktor ke tidak cocokan dan keterlibatan orang ke tiga.

“Ekonomi sekarang susah, dan alasan suami tidak mampu memenuhi kebutuhan istri,” terangnya.

Menurutnya, kasus ini nantinya bisa berujung kepada perceraian. Namun, pihaknya lebih mengedepankan sisi perundingan ke dua belah pihak.

“Yang kita inginkan itu rujuk. Karwna sekarang angka perceraian itu meningkat,” tuturnya.

Dia menghimbau kepada Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan pemahaman terhadap para calon penganting. Sehingga nantinya dalam rumah tangga tidak terjadi keributan maupun perceraian.

“Sosialisasi KUA sangat penting. Seperti penjelasan agama. Itu semua sangat penting,” tutupnya. (opi)

Respon Anda?

komentar