KM Sabuk Nusantara 39 Beroperasi Kembali

916
Pesona Indonesia
KM Sabuk Nusantara 39 selesai masa perbaikan di salah satu galangan kapal, Kota Batam, kemarin. Kapal yang disubsidi Pemerintah Pusat untuk melayani keberangkatan bagi masyarakat Pulau Tambelan akan kembali dioperasikan 27 Agustus mendatang. foto:istimewa
KM Sabuk Nusantara 39 selesai masa perbaikan di salah satu galangan kapal, Kota Batam, kemarin. Kapal yang disubsidi Pemerintah Pusat untuk melayani keberangkatan bagi masyarakat Pulau Tambelan akan kembali dioperasikan 27 Agustus mendatang. foto:istimewa

batampos.co.id – Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kijang menyatakan Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 39 milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) telah selesai masa perbaikan pada pekan lalu di salah satu galangan kapal di Batam. Sehingga kapal yang disubsidi Pemerintah Pusat sebesar Rp 14 miliar itu dijadwalkan akan kembali belayar melayani rute keberangkatan antar pulau di Provinsi Kepri dari Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, pada 27 Agustus 2016 mendatang.

“Kapal yang disubsidi Pemerintah Pusat khusus untuk masyarakat Pulau Tambelan itu sudah selesai diperbaiki. Sekarang tinggal ngurus izin di Bea Cukai (BC) Kota Batam. Jika tak ada hambatan, besok, Rabu (24/8) kapal itu bersandar di Pelabuhan Sribayintan, Kijang (home base),” ujar Kepal KSOP Kelas II Kijang, Sanggam Marihot ketika ditemui di kantornya, Selasa (23/8).

Diceritakannya, KM Sabuk Nusantara 39 Pangkalan Kijang Trayek R-8 itu dinyatakan tak bisa dioperasikan sejak awal Februari 2016 lalu oleh PT Pelni akibat mengalami kerusakan berat pada bagian baling-baling (propeller). Semenjak itu, banyak warga dari Pulau Tambelan yang berada di daratan Kabupaten Bintan menumpang kapal ikan untuk pulang ke kampung halamannya dengan menempuh jarak 260 mill dari Kijang. Sehingga kejadian ini banyak menimbulkan polemik dari kalangan legislatif dan eksekutif yang duduk di Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri.

Menanggapi polemik itu, lanjutnya, PT Pelni mengerahkan dua kapal perintis yaitu KM Bukit Raya dan KM Lawit untuk melayani rute keberangkatan antar pulau-pulau di Kepri. Semua ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat di pulau terluar. Namun usaha pengerahan dua kapal itupun tak membuat masyarakat Pulau Tambelan puas hati. Karena pelayanan kedua kapal hanya bisa dilakukan dua kali dalam sebulan. Sehingga PT Pelni meminta kepada pihak galangan kapal di Batam untuk mengebut perbaikan KM Sabuk Nusantara 39 tersebut.

“Selain dioperasikannya kembali KM Sabuk Nusantara 39, PT Pelni juga akan tetap mengoperasikan KM Bukit Raya dan KM Lawit untuk masyarakat Pulau Tambelan. Jadi kita minta masyarakat Pulau Tambelan tidak menumpangi kapal ikan lagi,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar