Media Singapura Ngawur, Sebut 300 Orang Gergaji Antena Radio Hang FM

1672
Pesona Indonesia
Direktur PT Radio Hang Media Zein Alatas (tengah) saat berbincang dengan tamunya, Imbalo (kiri), beberapa tahun lalu setelah Radio Hang FM terbakar. Foto: dok. imbalo
Direktur PT Radio Hang Media Zein Alatas (tengah) saat berbincang dengan tamunya, Imbalo (kiri), beberapa tahun lalu setelah Radio Hang FM terbakar. Foto: dok. imbalo

batampos.co.id – Direktur PT Radio Hang Media Zein Alatas menyesalkan pemberitaan media Singapura, Berita Harian, baik cetak maupun online-nya.

Di edisi Minggu (21/8/2016), harian ini memuat berita dengan sub berjudul: Susulan Empat Lagi Dikenakan Tindakan ISA. Judul utamanya: Pihak Berkuasa Batam Pantau Stesen Radio Hang FM.

Berita tersebut menjadikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam Zulkifli Aka sebagai sumber berita, dinilai tidak bertanggungjawab.

Hal pertama yang disesalkan Zein adalah sub judul berita dan lead berita yang menyebutkan bahwa ada 300 muslim membawa serta gergaji berkumpul di depan stasiun Radio Hang hendak merobohkan antena radio itu.

Selanjutnya, dalam isi berita yang memuat pemerintah dan ulama yang hadir dalam aksi itu lalu campurtangan hingga terjadi penandatanganan kesepakatan agar stasiun ini tidak mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan pihak Radio Hang.

“Ini nggak pernah ada, jika dikaitkan 300 orang itu datang, nggak ada itu,” katanya.

Pihaknya lantas menghubungi Zulkifli Aka untuk mempertanyakan pernyataannya yang dikutip wartawan koran itu.

“Saya lalu bertabbayun dengan pak Zul, kaget dia. Saya merasa masyarakat sana (Singapura) akan menilai berarti rawan ya, yang menyampaikan Kemenag. Alhamdulillah beliau (Zulkifli) membantah, dan beliau bilang kalau klarifikasi beliau bersedia,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag ) Kota Batam, Zulkifli Aka membantah jika ia pernah menyampaikan ke media Berita Harian Singapura bahwa ada 300 orang mendatangi Radio HangFM Batam.

Menurutnya, dulu tiga tahun lalu memang pernah ada demo terkait Radio Hang. Namun demo itu digelar di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Sekupang. Demo itu sama sekali tidak berkaitan dengan siaran HangFM yang dinilai menjurus ke radikalisme.

“Itu masalah dulu, tentang pembahasan bid’ah. Yang bawa gergaji satu atau dua orang saja waktu itu, tak semua,” tegas Zul.

“Itu kasus sudah lama berlalu, dan sekarang semua sudah aman dan tidak ada masalah,” ujar Zul lagi.

Dia menilai pemberitaan media Singapura terlalu berlebihan. “Mereka plintir, jadi ada kesalahpahaman lagi,” ucapnya.

Intinya saat ini semua sudah kembali normal dan berjalan dengan biasa. Pihaknya bersama KPID terus memantau perkembangan terkait keberadaan dan perkembangan radio di Batam.

“Bukan hanya Radio Hang saja, semua dipantau, jika ada yang kurang pas kami akan turun langsung,” tukasnya. (cr13/cr17)

Respon Anda?

komentar