Owi/Butet Jadi Inspirasi Pebulutangksi Muda Indonesia

590
Pesona Indonesia
Para Atlet Olimpiade yang diarak menggunakan Bandung Tour On Bus (Bandros) Tiba di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/8) Indonesia meraih tiga medali pada Olimpiade Rio, masing-masing 1 medali emas dari pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dalam cabang olahraga bulutangkis ganda campuran dan 2 medali perak dari cabang olahraga angkat besi.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Para Atlet Olimpiade yang diarak menggunakan Bandung Tour On Bus (Bandros) Tiba di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/8) Indonesia meraih tiga medali pada Olimpiade Rio, masing-masing 1 medali emas dari pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dalam cabang olahraga bulutangkis ganda campuran dan 2 medali perak dari cabang olahraga angkat besi.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Pahlawan bulutangkis Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat sambutan hangat setelah kembali  ke Indonesia. Bersama peraih medali perak di cabang angkat besi dan kontingan Indonesia lainnya, diarak keliling dalam sebuah konvoi panjang, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, rombongan finis di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Owi/Butet, sapaan karib Tontowi/Liliyana tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (23/8/2016). Lalu, dilanjutkan konferensi pers di Terminal 3 Ulitimate yang baru saja dibuka awal bulan ini. Sekitar pukul 16.10 WIB, iring-iringan rombongan mulai bergerak ke Jakarta via tol Cengkareng yang mengarah ke tol dalam kota.

”Terima kasih atas dukungan pemerintah,” ujar Raja Sapta Oktohari, Chief de Mission Kontingen Indonesia kepada wartawan. Kalau sebelum berangkat slogan kontingen Merah Putih ”Indonesia bisa Emas”, kali ini mereka dengan tegas menyuarakan ”Indonesia Emas”. Catatan tersebut merupakan satu emas dari Owi/Butet plus dua medali perak dari Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni.

Sambutan meriah memang sudah terlihat sejak kedatangan Owi/Butet di Bandara. Ratusan awak media dan pengunjung bergelombang. Hingga rombongan berangkat, ratusan orang masih memadati meeting point di Bandara 3 Ultimate Soekarto Hatta.

Sepanjang perjalanan, olimpian yang merebut medali, Menpora Imam Nahrawi dan sejumlah pejabat berada di rombongan terdepan di Bandung Tour on Bus (Bandros). Selain Owi/Butet, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni peraih medali perak dari angkat besi juga turut serta dalam rombongan tersebut.

Setiba di Gedung Kemenpora, Senayan, ribuan pasang mata menyaksikan langsung kedatangan sang pahlawan olahraga. Pantuan koran ini, setidaknya ada 19 metro mini dan satu bus besar terparkir rapi di jalan Gerbang Pemuda. Belum lagi deretan motor plus minivan yang juga berjajar mengantarkan siswa dan simpatisan yang ingin menyaksikan langsung kedatangan pahlawan olahraga tersebut.

Rangkaian acara tidak berhenti setelah mereka tiba di Gedung Kemenpora. Owi/Butet juga disiapkan tumpeng merah putih penanda rasa syukur atas juara yang mereka raih di lobi Kemenpora. Selepas acara mereka juga menyantap makan malam di dalam kantor yang berada di pojokan Senayan tersebut.

Butet yang memberikan sambutan tampak berkaca-kaca. Wajar, ini merupakan medali emas pertama dia buat Indonesia di ajang Olimpiade. ”Atas dukungan semua pihak kami bisa membawa pulang medali ini,” urai Butet. ”Semoga kedepan pencapaian ini bisa membuat junior kami bisa lebih termotivasi,” lanjut Owi.

Dalam kesempatan yang sama, Menpora Imam Nahrawi menegaskan kalau Rp 5 miliar masing-masing akan didapatkan Owi/Butet selaku peraih medali emas. Belum lagi, tunjangan hari tua senilai Rp 20 juta per bulan juga akan menjadi hak mereka.  ”Betul kami ingin hargai setinggi-tingginya pahlawan Indonesia,” ujarnya.

Hanya, pencairan bonus tersebut masih akan menunggu selesainya gelaran Paralimpiade 2016. ”Yang penting masing-masing dapat Rp 5 M, bebas potongan pajak,” bebernya. Rencana berikutnya Kemenpora yakni membentuk Yayasan Dana Olahraga  untuk memberikan dukungan penuh perjuangan atlet Indonesia di pentas internasional.

”Nanti kami mohon, dana CSR BUMN tolong bisa diberikan buat olahraga,” katanya. Hal ini, semata demi memberikan kenyamanan buat atlet Indonesia, biar mereka tetap konfiden hingga masa tua mereka.

Ade Komarudin, Ketua DPR RI menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal dana dukungan buat olahraga tetap terjaga dengan seksama. ”DPR berusaha mendukung pembinaan olahraga Indonesia, dana Kemenpora yang lain boleh dipotong, tetapi tidak untuk olahraga,” bebernya.

Konvoi masih akan berlanjut pagi ini, dari Gedung Kemenpora menuju Istana Merdeka. Rencananya, Owi/Butet akan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo siang ini dilanjutkan dengan makan siang bersama. (nap/jpgrup)

Respon Anda?

komentar