Pelajar pun Jalani Tes Urine di Karimun

401
Pesona Indonesia
Siswa ikut melakukan tes urine di SMAN 3 Karimun, Jumat (19/8) lalu. foto:ist
Siswa ikut melakukan tes urine di SMAN 3 Karimun, Jumat (19/8) lalu. foto:ist

batampos.co.id – Upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba bagi kalangan pelajar, terus digesa oleh Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Karimun. Selain melakukan tes urine, juga dilaksanakan supervisi terhadap implementasi advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bang Wawan) yang telah dilakukan di lingkungan pendidikan tingkat SMA.

Pelaksanaan tes urine diikuti sebanyak 30 siswa SMAN 3 Karimun, Jumat (19/8) lalu. Sedangkan supervisi implementasi advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba diikuti sembilan peserta yaitu kepala sekolah tingkat SMA se Kabupaten Karimun. Kegiatan supervisi dipusatkan di MA Yaspika Karimun, Senin (22/8).

“Tujuan kita melakukan tes urine terhadap siswa SMA untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas narkoba. Tentunya melalui program kegiatan berorientasi pada Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Karimun, Akmal Firdaus, Selasa (23/8) kemarin

Sebelum dilakukan tes urine, kata Akmal, seluruh siswa mendapatkan wawasan lebih banyak mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Sasaran yang ingin dicapai, agar para pelajar mengerti akan bahaya narkotika, dan mengetahui akibat hukumnya.

“Sebagaaimana kita ketahui, narkoba adalah hal paling mematikan yang dapat merenggut masa depan generasi muda. Barang haram ini tak hanya merusak, tetapi juga menghancurkan. Konsekswensi hukumnya pun jelas,” beber Akmal.

Sementara supervisi implementasi advokasi “Bang Wawan” merupakan lanjutan dari membangun jejaring yang sebelumnya telah dilaksanakan. Tujuannya sama, yakni upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan sekolah masing-masing.

“BNN sebagai penggerak pelaksanaan P4GN sadar betul tidak dapat bekerja sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Maka melalui program “Bang Wawan” ini, kami ingin merangkul lingkungan penididikan untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan permasalahan narkoba di wilayah Kabupaten Karimun, khususnya di lingkungan pendidikan,” terang Akmal.

Terutama, lanjut Akmal, supervisi yang dilakukan adalah memantau sejauh mana perencanaan program kerja yang telah disusun oleh lingkungan pendidikan, khususnya tingkat SMA. “Setelah dilakukan supervisi, peserta yang hadir sepakat melaksanakan kegiatan kampanye “Stop Narkoba”. Caranya, melalui sosialisasi P4GN, pemasangan spanduk, dan kegiatan-kegiatan yang menyerukan anti narkoba di lingkungan pendidikan,” tutup Akmal. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar