Pelaku Hipnotis Tawarkan Batu Seharga SGD 3.000 Makan Korban, Tertangkap Deh!

927
Pesona Indonesia
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kejahatan dengan hipnotis. foto:eggi idriansyah
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kejahatan dengan hipnotis. foto:eggi idriansyah

batampos.co.id– Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lubukbaja menangkap salah seorang pelaku hipnotis dengan modus menawarkan sebuah batu yang memiliki kekuatan gaib.

Dalam penangkapan ini, polisi berhasil mengamankan pelaku Mardiyanto beserta barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Veloz BP 1058 IF, uang tunai Rp. 3.800.000, 1 buah batu dalam kendi kecil, dan 14 paket narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati mengungkapkan cara yang digunakan pelaku dalam melakukan hipnotis bermula dari korbannya Agus Prihantoro yang berjalan di depan Money Changer dekat bank BRI Nagoya pada Rabu (17/8) sekira pukul 12.30 WIB.

Melihat korban yang berjalan, tersangka kemudian mendekati korbannya dan bertanya tentang alamat dari PT Alam Jaya kepada korbannya. Lalu korbannya menjawab tidak tahu kepada tersangka.

“Karena korbannya tidak tahu, kemudian tersangka menyuruh korbannya untuk bertanya kepada kawan tersangka yang berada di lokasi itu juga dan menjawab tidak tahu,” ungkap Putu, Rabu (24/8).

Setelah kawan tersangka menjawab tidak tahu, kemudian tersangka pun langsung menawarkan sebuah batu yang diyakini memiliki kekuatan gaib dan dapat menyembuhkan orang sakit.

“Saat itu, tersangka mengatakan kepada korban bahwa batu itu tidak bisa dilihat orang banyak dan membawa korban dan kedua temannya ke dalam mobil,” lanjut Putu.

Sesampainya di dalam mobil, pelaku pun langsung memasukkan batu berwarna merah itu ke dalam sebuah botol air mineral dan menyala.

“Melihat batu yang menyala ketika dicelupkan ke dalam air tersebut, kedua teman tersangka langsung menawar batu itu seharga Rp 80 juta, dan tersangka menolaknya dengan alasan bahwa batu tersebut hanya diberikan kepada orang yang pertama kali ditemui,” terang Putu lagi.

Setelah menolak menjual batu itu kepada temannya, kemudian tersangka bersama teman-temannya mendesak korban agar mau membeli batu tersebut seharga SGD 3.000.

“Setelah diberikan uang, kemudian tersangka meminta kepada korbannya untuk melaksanakan salat terlebih dahulu, sebelum menggunakan batu itu,” lanjut Putu.

Tersangka yang meminta korbannya untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu, langsung mengantarkan korban ke Masjid Jodoh.

“Nah, ketika selesai salat inilah korbannya sadar jika ia telah menjadi korban hipnotis, dan melaporkannya ke Polsek Lubukbaja,” katanya lagi.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka Mardiyanto di rumahnya yang terletak di Perumahan Buana Raya sekira pukul 17.00 WIB.

Dari keterangan tersangka kepada polisi, mereka menukarkan uang senilai SGD 3.000 tersebut ke salah satu Money Changer di kawasan Botania dengan mendapatkan hasil tukar senilai Rp. 29.000.000.

Adapun dari sejumlah uang tersebut, tersangka Mardiyanto mendapatkan bagian sebesar Rp 5.000.000, kemudian temannya berinisial ZA sebesar Rp 5.000.000 dan sisanya dibagi kepada ER sebesar Rp 19.000.000.

“Tersangka kita tangkap dihari yang sama, sementara dua orang temannya yang berinisial ER dan ZA masih DPO. Atas perbuatannya, tersangka kita kenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Kita hanya memperoses penipuannya saja, sedangkan untuk narkobanya kita serahkan ke Sat Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Putu. (eggi)

Respon Anda?

komentar