Pembobol ATM Dengan Ganjal Lidi Dituntut 7 Tahun

552
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Enam pelaku pembobol ATM bermotif ganjal lidi di saluran masuk kartu ATM, menjalani sidang tuntutan, Senin (22/8) malam di Pengadilan Negeri Batam.

Dari enam terdakwa, Amir Syarifuddin, Yopi dan Bambang dituntut 7 tahun, sedangkan Amroni, Eko Yusmarno, dan Humaidi dituntut 6 tahun oleh JPU Rumondang.

“Otak pelakunya adalah Amir, Yopi dan Bambang. makanya mereka bertiga dituntut lebih berat dari tiga terdakwa lainnya,” jelas JPU Rumondang saat dikonfirmasi, Selasa (23/8).

Ia menyebutkan, perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Sidang putusan dilanjutkan pekan depan, Senin (30/8),” kata Rumondang.

Perbuatan keenam terdakwa yang dinilai lihai mengelabui para korban itu, terbilang cukup ringan. Pasalnya, terdakwa sengaja datang dari ibukota Jakarta untuk mencari mangsa di daerah-daerah incaran di Indonesia, seperti Batam.

Tak heran, uang yang berhasil diambil melalui kerja para pelaku pembobol ATM ini mencapai miliaran Rupiah.

Melalui pengakuan beberapa saksi-saksi korban yang dihadirkan di persidangan sebelumnya, total dana yang bobol dari ATM milik korban hampir Rp 500an juta. Belum lagi, bagi korban yang tidak bersaksi.

Motif yang dilakukan terdakwa sangat mudah. Di saluran masuk kartu ATM, diselipkan lidi agar kartu ATM tidak terbaca mesin namun tetap melewati proses masuk PIN. Korban diapit oleh dua terdakwa, yang satu berada dibelakang korban untuk memperhatikan pengetikan PIN, dan satunya lagi disamping korban yang berpura-pura sedang melakukan proses transaksi ATM.

Aksi pun dimulai saat korban terlihat berulang kali mencoba masuk ke menu. Seolah ingin membantu, terdakwa menawarkan pertolongan. Disaat itu tanpa disadari korban, kartu ATM milik korban diganti oleh terdakwa dengan kartu ATM palsu. Jelas saja ATM palsu tidak bisa digunakan, sehingga terdakwa beralasan kepada korban bahwa kartu ATM-nya rusak.

Hasilnya, saat korban beranjak meninggalkan ruang ATM, terdakwa dengan mudah mengambil uang yang tersimpan di ATM korban. (cr15)

Respon Anda?

komentar