Pemerintah Segara Rehab Balai Belajar Buta Aksara Suku Laut

426
Pesona Indonesia
Anak-anak Suku Laut Selat Kongky yang sedang belajar, sebelum tempatnya roboh dihantam angin kencang. foto: hasbi /batampos
Anak-anak Suku Laut Selat Kongky yang sedang belajar, sebelum tempatnya roboh dihantam angin kencang. foto: hasbi /batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lingga, Abdul Khatab, mengatakan balai serbaguna di Selat Kongky, Desa Pena’ah, yang roboh karena diterjang angin kencang akan segera dibangun ulang. Hal tersebut disampaikan Khatab, Selasa (23/8) siang.

“Kita sudah dapat laporan. Segera tim kita bersama PU turun survei ke lokasi. Kita akan segera perbaiki,” ungkapnya.

Disampaikan Khatab, cuaca ekstim dan angin puting beliung beberapa waktu lalu menghantam dan merobohkan balai yang menjadi lokasi beraktivitasnya tim berantas buta aksara bersama warga suku Laut selat Kongky. Wilayah perairan Desa Pena’ah tersebut yang terisolasi karena tidak memiliki jaringan komunikasi yang memadai, membuat pihak BPBD, kata Khatab, sedikit terlambat mendapat informasi.

“Kita baru tau hari Jumat lalu. Kemarin, kepala desa juga sudah datang kepada kita melaporkan hal ini. Untuk pembangunan ulang nanti, kita juga berharap ada bantuan dari pemprov Kepri. Soalnya, anggaran kita di daerah sangat-sangat terbatas,” sambungnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Ia berharap, balai yang nanti dibangun untuk aktifitas belajar lebih layak dengan adanya bantuan pemerintah provinsi.

Sementara itu, Densy Diaz aktivis Jembatan Ilmu desa Penah menyambut baik respon cepat pemerintah daerah. Secara pribadi, ia juga telah melaporkan hal ini kepada BPBD Lingga dan wakil bupati agar segera melakukan perbaikan. Aktifitas belajar mengajar tidak boleh terlalu lama berhenti.

“Kita berterimakasih ada perhatian pemerintah. Kita berharap dapat secepatnya dibangun, agar anak-anak dan warga dapat kembali ikut belajar,” papar Diaz.

Balai yang dibangun nanti diharapkan Diaz layak dan nyaman sebagai sekolah alam bagi warga suku laut. Selama ini, minat warga cukup tinggi untuk belajar baca dan tulis. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar