Personel TNI yang Hilang saat Pemadaman Karhutla Ditemukan Tewas Terbakar

448
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Prajurit satu (Pratu) Wahyudi, personel denrudal 004 Dumai yang sempat dinyatakan hilang saat upaya penanggulangan karhutla di wilayah kampung Dalam kepenghuluan Labuhan Tangga Besar, Bangko akhirnya ditemukan.

Sang pratu ditemukan tewas dengan kondisi tubuh bekas terbakar, Selasa (23/8) tengah hari sekitar pukul 11.30 wib. Sebelumnya Wahyudi hilang pada Kamis (18/8) sore sekitar pukul 15.00 wib.

Pratu Wahyudi merupakan personil tambahan yang bergabung dengan 100 anggota TNI lain yang diturunkan danrem untuk penanganan karhutla di Rohil.

Sejak dinyatakan hilang upaya pencarian besar-besaran terus dilakukan TNI bersama kepolisian, pemkab Rohil, Basarnas dan pihak terkait lain.

Berbagai spekulasi menyeruak mengenai kejadian hilangnya Wahyudi, belakangan dikaitkan dengan adanya faktor mistis.

Untuk itu pihak yang melakukan pencarian melibatkan sejumlah orang pintar. Menurut sejumlah kalangan keberadaan pratu Wahyudi tidak jauh dari pohon besar yang ada di Kampung Medan tempat dimana korban sempat berhasil dihubungi oleh temannya.

Saat ditemukan lokasi korban ternyata sudah berjarak sekitar 200 meter dari titik kontak terakhir.

Komandan Tim Basarnas, Irfan mengatakan saat ditemukan kondisi korban memperlihatkan bekas terbakar. “Lokasi penemuan termasuk dalam areal searching tim,” katanya. Adapun koordinat titik penemuan mayat adalah N 02 3′ 35.3″ E 100 54’22”.

Di lokasi itu korban didapati tergeletak pada areal yang sudah terbakar sehingga diperkirakan korban sebelumnya terbakar kemudian baru berhasil ditemukan setelah kebakaran di tempat itu berhenti.

Usai penemuan jasad korban kalangan wartawan sempat menunggu kedatangan tim di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pratomo di jalan Pahlawan, Bagansiapiapi. Namun diperoleh informasi tim langsung mengevakuasi korban ke Dumai mengunakan ambulan.

Adapun lokasi penemuan korban merupakan titik pencarian lanjutan dari tim basarnas mengingat sehari sebelumnya tim basarnas dan TNI telah memperluas areal pencarian yang jauh dari titik awal.

Senin (22/8) kemarin misalnya mengacu pada jangkauan areal yang menangkap sinyal telekomunikasi korban diketahui terdeteksi ke areal luar.

Tim Basarnas sempat menyisir ke daerah jalan Pusara RT 04 RT 02 Labuhan Tangga Hilir, Bangko.

Selain di jalan Pusara Ujung tersebut pencarian juga menyebar ke arah jembatan Pedamaran, Pekaitan. Belasan personil basarnas dan sejumlah anggota den rudal 04 terus melakukan penyisiran ke beberapa titik pencarian.

Titik koordinat pencarian diantaranya 02’05’266″ direncanakan tim akan melakukan penyisiran dengan area yang mengarah ke sungai Rokan.

Tidak disangka setelah penyisiran ke areal luar justeru keberadaan korban tidak jauh dari TKP awal.

Kepala dinas Kehutanan Rohil Rahmatul Zamri mengaku terharu dengan musibah yang terjadi.

“Kami sejak proses awal pencarian terus ikut, personil yang datang bahkan membangun posko utama di depan kantor dishut. Kami sangat sedih dengan kejadian ini,” katanya seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group), hari ini (24/8).

Ia mengharapkan agar keluarga yang ditinggalkan tabah dengan kejadian tersebut. Sementara terkait dengan penanganan karhutla terangnya tetap dilaksanakan seperti biasanya apalagi saat ini musim panas masih belum berlalu di Rohil.

“Posko tetap stanbay begitu juga seluruh pihak terkait disiagakan di lapangan,” ungkapnya.

Sementara bupati Rohil H Suyatno juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut.

“Siang malam saya berada di lapangan bersama TNI, polisi masyarakat melakukan pencarian sekaligus penanggulangan karhutla. Alhamdulillah sudah ditemukan tapi dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Suyatno di Bagan Sinembah Raya kemarin.

Lokasi penemuan terangnya tidak jauh dari pohon yang disebut-sebut mistik oleh warga setempat hanya berjarak sekitar 150-200an meter saja.

“Kondisinya badan terbakar, tentu dengan hal ini kami menyampaikan duka sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Tuhan dan kelurga yang ditinggalkan khususnya orang tua tabah menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Bupati menambahkan untuk selanjutnya pemkab hanya berkoordinasi dengan dandim, danrem menyikapi hal ini termasuk langkah penanganan karhutla di Rohil.

Yang jelas terangnya pemkab akan turut membantu dalam upaya lanjutan terkait dengan kegiatan pasca penemuan korban. “Sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalamnya atas meninggalnya pratu Wahyudi,” katanya.

Tokoh masyarakat setempat Masrul Gusti mengatakan areal Kampung Medan memang masih ada yang berupa hutan dan semak belukar namun sebelum kejadian ini belum ada hal yang berbau mistik seperti dihebohkan.

“Kampung Medan yang merupakan wilayah kepenghuluan Labuhan Tangga Besar itu persis berbatasan dengan desa Labuhan Tangga Kecil, Bangko. Daerah itu sudah lama dibuka oleh pendatang dari Medan sekitar 15 tahun lalu sehingga nama daerah tersebut pun dikenal sebagai Kampung Medan,” ujar Masrul.

Kendati telah berkembang cerita tentang keangkeran di daerah tersebut namun menurut Masrul sejauh ini tak ada kejadian seperti yang dihebohkan.

Bahkan daerah tersebut terus mengalami perkembangan, sejak dibuka yang awalnya hanya dihuni sekitar 20 KK saat ini bertambah sehingga diperkirakan lebih 200 KK tinggal di daerah tersebut.

“Selain itu akses jalan sudah baik sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua ataupun mobil walaupun masih berupa tanah timbunan,” ujarnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar