SD Desa Air Asuk Butuh Ruang Kelas Baru dan Tambahan Guru

475
Pesona Indonesia
Sekolah Dasar Negeri 001 Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah. foto:syahid/batampos
Sekolah Dasar Negeri 001 Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Sekolah Dasar Negeri 001 Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, kondisinya cukup bagus untuk sekolah daerah perbatasan seperti Anambas ini. Namun jumlah ruang kelas dinilai masih kurang dan diperlukan sesegera mungkin agar ada tambahan ruang kelas baru.

Pasalnya saat ini ruang kelas yang ada hanya 5 saja sedangkan rombelnya ada enam sehingga dipaksakan harus ada satu kelas yang masuk siang. “Untuk rombel yang masuk siang yakni kelas dua yang masuk sekolah siang setelah jam belajar kelas satu habis.

“Untuk kelas dua masuk sekitar jam 10.30 pulang jam 12.30,” ungkap Kepala Sekolah SD 001 Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah Syamsul, kepada wartawan Senin (22/8).

Bukan hanya ruang kelas saja yang kurang tapi ruang guru disekolah yang ia pimpin juga belum ada sehingga ruang kepala sekolah masih menyatu dengan ruang guru lainnya. “Kita perlu ruang kelas baru dan ruang guru,” ungkapnya lagi.

Mengenai solusi penambahan kelas juga sudah pernah dibahas dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan yang berada tidak jauh dari sekolah itu. Seperti harus ditingkat dan sebagainya. Namun untuk pembangunan tingkat dua itu perlu ada kajian khusus soalnya dikhawatirkan jika pondasinya tidak kuat, maka akan membuat masalah baru. “Takutnya kalau ditingkat, pondasinya tidak kuat,” ungkapnya.

Selain ruang kelas yang terbatas, jumlah guru juga dinilai terbatas. Dari ratusan murid SD di sekolah itu hanya ada 9 guru saja. Sehingga tidak jarang dirinya juga ikut mengajar sejumlah mata pelajaran. “Kita hanya ada 9 guru. 8 PNS dan 1 Guru Tidak Tetap (GTT), makanya dalam satu hari, saya juga ikut mengajar enam jam pelajaran,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten kepulauan Anambas Heriyanto, mengakui bahwasanya ruang kelas yang ada di sekolah itu masih kurang. Dari enam rombel, hanya tersedia lima kelas saja. Diakuinya pihaknya juga ingin tambah ruang kelas baru dengan cara ditingkat, tapi pondasinya tidak kuat jadi itu tidak bisa dilakukan.

“Anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru selalu ada, biasanya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tapi lahannya tidak ada, itu yang menjadi persoalan,” tandasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar