Asuransi untuk Penumpang Pompong akan Segera Dibahas

448
Pesona Indonesia
Warga menaiki pompong menuju pulau Penyengat di Dermaga Penyengat Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Penumpang boleh menolak jika pompong melebihi muatan. F.Yusnadi/Batam Pos
Warga menaiki pompong menuju pulau Penyengat di Dermaga Penyengat Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Penumpang boleh menolak jika pompong melebihi muatan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Perbaikan manajemen serta pelayanan penyeberangan dari dan ke Pulau Penyengat jadi pekerjaan besar bersama. Insiden kecelakaan laut pompong Minggu (21/8) lalu yang menewaskan 15 penumpang adalah alasan tidak terbantahkan untuk tidak lagi segera menunda perbaikan. Termasuk juga memastikan setiap penumpang pompong dilindungi asuransi keselamatan jiwa.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah memastikan asuransi penumpang masuk dalam senarai pembahasan rapat koordinasi bersama lintas instansi. Mekanismenya seperti apa, kata Lis, masih terus dibahas agar menemukan rumusan terbaik.

“Sudah kami bicarakan (asuransi penumpang) kok. Sekarang masih dibahas bersama antara Dishub dan Disnaker soal teknisnya. Kami ingin memastikan yang terbaik buat semuanya,” kata Lis, kemarin.

Pembahasan perbaikan pelayanan penyeberangan ini, sambung Lis, bakal disambung setelah lewat sepekan dari hari kejadian. “Tujuh hari ini masa berduka dulu, setelah itu langsung kami gas pembahasan-pembahasannya,” kata Lis.

Pentingnya asuransi yang melindungi keselamatan jiwa penumpang juga disampaikan Kepala Bidang Perhubungan Laut Provinsi Kepulauan Riau Azis Kasim Djou. Selama ini, kata dia, pihaknya sudah memfasilitasi untuk pembahasan asuransi.
Azis menilai pelayanan transportasi Tanjungpinang-Penyengat bisa mencontoh sistem yang diberlakukan di Batam-Belakang Padang. Meskipun trayek dekat, tetapi tetap dijamin dengan asuransi.

“Asuransi ini sudah kami bahas di bulan Januari silam. Tetapi belum ada kesepakatan dikarenakan adminitrasi koperasi pengelola belum selasai,” paparnya

Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga juga sepakat bahwa demi keselamatan dan kenyamanan penumpang, sudah semestinya dibekali asuransi jiwa setiap kali keberangkatan. Ia meminta kepada Pemko Tanjungpinang dan instansi terkait bisa lekas memulai pembahasan agar secepat mungkin bisa diterapkan.

“Lagi pula asuransi semacam itu kan sesuatu yang sudah biasa diterapkan dalam sektor transportasi. Kenapa tidak juga buat penumpang pompong dari dan ke Penyengat,” kata politisi muda Partai Golkar ini.

Bila memang nanti diberlakukan dan tarif penyeberangan mengalami penyesuaian, ternyata bukan sebuah permasalahan. “Harga bukan lagi masalah kalau keselamatan terjamin. Saya rasa itu penting. Apalagi Penyengat ini kan tujuan wisata,” kata Rudi Sutanto, pelancong asal Jakarta yang ditemui hendak menyeberang ke Penyengat, Rabu (24/8).

Rudi mengaku sudah mendengar perihal insiden Minggu lalu. Namun, ia tetap ingin berkunjung ke Penyengat karena sudah ada janji dengan seorang temannya di sana. Hanya saja, sebelum menaiki pompong, Rudi memastikan jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas. “Keselamatan jiwa itu memang takdir. Tapi, sebenarnya bisa diantisipasi,” ucapnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar