Disdik Kepri Ancam Hapus Anggaran Asrama Mahasiswa

694
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Yatim Mustafa. foto:rpg
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Yatim Mustafa. foto:rpg

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri (Disdik) Kepri berencana akan memutus anggaran untuk asrama mahasiswa Kepri yang melanjutkan pendidikan diluar daerah. Menurut Kepala Disdik Kepri, Yatim Mustafa kebutuhan anggaran asrama untuk mahasiswa Kepri setiap tahun Rp240 juta.

“Ada sebelas asrama yang anggarannya ditanggung oleh Pemprov Kepri. Daripada menjadi polemik kedepan, sebaiknya kita hapus saja,” ujar Yatim menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (24/8) di Tanjungpinang.

Disebutkannya asrama-asrama mahaiswa Kepri yang ditanggung bebannya oleh Pemprov Kepri diantaranya adalah Asrama Pekanbaru, Padang, Jakarta, Malang, Djogja dan Semarang. Menurut Yatim lebih tepat, apabila anggaran tersebut dipergunakan untuk pendidikan anak-anak di daerah terdepan.

“Kami berharap adik-adik kita yang sedang menempa ilmu di luar Kepri tidak banyak menuntut. Tetapi berkontribusi dalam mengisi pembangunan di Provinsi Kepri,” jelas Yatim.

Lebih lanjut katanya, sejak 2010 lalu sampai 2014 pengalokasian anggaran untuk kontrakan asrama mahasiswa Kepri tidak mengalami masalah. Akan tetapi dalam dua tahun belakangan, keuangan Kepri diganggu oleh defisit anggaran. Disinggung mengenai adanya keluhan mahasiswa Kepri di Malang, pihaknya sudah berupaya untuk menyelesaikan kewajiban tersebut sejak sebulan yang lalu.

“Surat Perintah Membayar (SPM) sudah saya teken sejak sebulan yang lalu. Akan tetapi pencairannya tergantung kondisi keuangan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepri,” jelasnya lagi.

Atas dasar itu, pihaknya mengharapkan pengertian adik-adik mahasiswa yang menimba ilmu diluar untuk bersabar. Melihat kondisi sekarang ini, tentu perlu ada kreativitas bersama dari masing-masing mahasiswa dalam menyelesaikan masalah ini. Karena Pemprov Kepri tetap akan bertanggungjawab menyelesaikannya. Ditambahkannya, saat ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Fansuri sedang berada di Malang untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Semua ada jalan keluar, hanya butuh sedikit kreativitas dari adik-adik kita. Kami juga tidak ingin terjadi persoalan seperti ini, hanya saja kondisi keuangan kita yang tidak stabil,” tutup Yatim.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar