Dituding Todongkan Senjata ke Warga Dam Baloi, Ini Penjelasan Pihak Kodim 0316 Batam

617
Pesona Indonesia
Petugas TNI berusaha menenangkan warga yang melakukan aksi protes karena ada pria berpakaian sipil membagikan selebaran peringatan untuk mengosongkan lahan yang mereka tempati sambil menodongkan senjata. Foto: eggi/batampos
Petugas TNI berusaha menenangkan warga yang melakukan aksi protes karena ada pria berpakaian sipil membagikan selebaran peringatan untuk mengosongkan lahan yang mereka tempati sambil menodongkan senjata. Foto: eggi/batampos

batampos.co.id – Pasi Intel Kodim 0316 Batam, Kapten HT Saragih membantah tudingan warga terkait adanya anggota intel Kodim 0316 Batam yang melakukan penodongan senjata terhadap warga Dam Baloi.

Tudingan warga terhadap anggota Intel Kodim ini muncul saat tim terpadu yang termasuk di dalamnya unsur Kodim 0316 Batam membagikan brosur untuk pengosongan lahan.

“Bagaimana menodongkan senjata, membawa senjata saja tidak ada. Kalau memang ada, mana buktinya? Saya juga berada di lapangan tadi, dan tidak ada yang namanya menodongkan senjata,” ujarnya.

HT Saragaih mengakui pada saat memberikan brosur untuk pengosongan lahan tersebut, dua orang anggotanya lari menuju ke Mapolsek Lubukbaja untuk meminta perlindungan dari sikap warga yang mulai anarkis.

“Anggota saya memang lari ke polsek untuk meminta perlindungan karena warga sudah bersikap anarkis. Setelah kami membagikan brosur surat peringatan, kami langsung dihadang di jalan keluar dan dilempari batu sama warga,” katanya lagi.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap anarkis warga yang memuncak hingga dirusaknya tiga kendaraan milik tim terpadu yang terdiri dari mobil milik Satpol PP, TNI AL, dan satu lagi milik Ditpam.

“Jadi yang menjadi korban disini adalah tim terpadu. Untuk itu kamu akan membuat laporan ke Mapolresta Barelang atas pengrusakan mobil ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 0316 Batam Letkol Inf Andreas Nanang Dwi mengungkapkan kehadiran dari Kodim 0316 Batam hanya menjalankan aturan dan membantu pemerintah Kota Batam.

“Kami turun sesuai dengan aturan, tapi kami malah di serang sama warga Baloi Kolam. Kami di sini tidak ada kepentingan sama sekali, kami hanya membantu menjalankan aturan yang jelas dan membantu pemerintah,” tegasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar