Dua Pelaku Pecah Kaca Mobil Dokter Puskesmas Bengkong Dibekuk

431
Pesona Indonesia
Kapolsek Bengkong menunjukkan tas yang sempat diambil pelaku saat membobol mobil dokter Puskesmas Bengkong, Selasa (22/8/2016) lalu. Satu pelaku ditembak karena berusaha kabur saat ditangkap. Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto menunjukkan tas yang sempat diambil dua pelaku saat membobol mobil dokter Puskesmas Bengkong, Selasa (22/8/2016) lalu. Satu pelaku ditembak karena berusaha kabur saat ditangkap. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Jajaran polsek Bengkong berhasil mengamankan dua orang tersangka pelaku pecah kaca yang beraksi di Puskesmas Tanjungbuntung, Bengkong, yang korbannya seorang dokter yang bekerja di puskesmas tersebut.

Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto mengatakan kasus pecah di Puskesmas Tanjungbuntung ini terjadi pada Selasa (22/8/2016).

Dalam melakukan aksinya, pelaku Hendra (36) dan Deviansyah (26) memecahkan kaca belakang bagian kanan mobil dan pelaku berhasil menggasak satu buah tas coklat yang berisikan peralatan bayi.

Penangkapan terhadap pelaku pecah kaca ini bermula dari hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Polsek Bengkong hingga akhirnya polisi berhasil mencium keberadaan pelaku di salah satu rumah yang terletak di kawasan Punggur.

Pada saat mau diamankan, polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas karena berusaha kabur.

“Salah satu tersangka bernama Deviansyah ini merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang bebas pada 4 Agustus lalu,” ungkap Hendrianto, Rabu (24/8/2016).

Dari keterangan pelaku kepada pihak kepolisian, mereka telah melakukan aksi pecah kaca sebanyak empat kali dalam kurun waktu satu bulan. Yakni di kawasan Bengkong, Batamkota, dan Nongsa.

Selain itu, pelaku juga mengaku mengincar mobil yang terparkir di tempat sepi atau membuntuti dan diintip terlebih dahulu sebelum melakukan aksinya.

Hendrianto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini untuk mengungkap aksi kriminal yang telah dilakukannya selama ini.

“Untuk tersangka saat ini masih kita lakukan pengembangan untuk mengungkap aksi yang telah mereka lakukan,” kata Hendrianto.

Sementara itu, Deviansyah mengaku nekat kembali melakukan aksi kriminalitas lantaran belum mendapatkan pekerjaan setelah dirinya bebas dari penjara.

“Saya terpaksa melakukannya lagi karena tidak ada uang untuk biaya hidup,” ungkapnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar