Eddy Silitonga, Dari Ajang Kompetisi Menjadi Penyanyi Papan Atas Tanah Air

554
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Musisi senior Eddy Silitonga meninggal dunia Kamis (25/8/2016) dini hari di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Fatmawati hingga Sabtu (27/8/2016) mendatang.

Sedikit melihat perjalanan karir musik Pria kelahiran 17 November 1950 ini.  Ya, karirnya berawal dari ikut ajang kompetisi. Diantaranya menjadi juara 1 penyanyi seriosa Sumatera Utara pada 1967, juara pop singer di Medan.

Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi juara ke-4 di festival lagu popular di Taman Ismail Marzuki Jakarta serta meraih juara pertama pria lomba lagu Minang pada 1883.

Putra pasangan Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan kemudian terus berkarya hingga membentuk grup yang diberi nama Eddy’s Group. Hal ini ia lakukan saat berada di puncak karir yakni sekitar 1976 – 1979.

Eddy tak hanya memiliki suara emas, tapi lagu-lagu yang ia bawakan selalu hits. Diantaranya: Biarlah Sendiri karya Rinto Harapap, Mama karya Murry, Kini Kusadari, hingga Jatuh Cinta ciptaan Titiek Puspa.

Bahkan, lagu-lagunya bisa dinikmati hingga sekarang ini. Jika dilihat di Youtube, lagu-lagunya cukup populer. Contohnya di lagu Mama, hingga saat ini sudah ditonton sebanyak 1.268.576 kali.

Tidak hanya bernyanyi, Eddy Silitonga juga memberikan pemikirannya dengan bergabung menjadi sekretaris Pengayuban Artis Jakarta Selatan (PARSEL) yang ketika itu diketuai oleh Ateng dan Is Haryanto. (zul/ps/JPG)

Respon Anda?

komentar