Jadi Ketua Golkar, Buka Peluang Ngogesa ke Sumut 1

436
Pesona Indonesia
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Tepilihnya Ngogesa Sitepu menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, membuka jalan baginya ikut bertarung dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang bakal dihelat 2018 mendatang. Apalagi, selama ini dia didukung penuh partainya selama dua kali periode menjadi Bupati Langkat.

Pengamat Politik dari USU, Agus Suryadi menilai, Ngogesa Sitepu memiliki potensi cukup besar untuk maju dalam Pilgubsu 2018. Dia juga yakin, jika Ngogesa maju sebagai Cagubsu akan mendapat dukungan penuh dari partainya, baik DPP maupun DPD I dan DPD II.

“Kalau kita lihat dari track record (rekam jejak) Ngogesa, dia ini bukan orang baru di Partai Golkar. Apalagi selama ini dia kan di dukung penuh partainya selama dua kali maju sebagai calon Bupati Langkat,” ujar Agus seperti diberitakan sumutpos (Jawa Pos Group), hari ini (25/8).

Dikatakannya, Ngogesa sebagai Ketua DPD Golkar Sumut juga harus memiliki kemampuan mengayomi seluruh kader. Selain itu, juga dituntut memiliki aksesibilitas politik yang luar biasa guna membesarkan kans Golkar untuk bisa menambah perolehan suara dan kursi serta kedudukan di pemerintahan pada setiap even pemilihan umum.

Mengingat ajang Pilgubsu tinggal dua tahun lagi, dia menyarankan agar pertai berlambang pohon Beringin rimbun ini harus benar-benar mempersiapkan Ngogesa sejak awal.

“Dinamika Golkar ini luar biasa. Ini jadi perhatian di kepemimpinan yang baru, bagaimana bisa memanfaatkan dinamika menjadi kekuatan besar. Apalagi sempat ada konflik dualisme yang mungkin menyisakan kubu-kubuan,” sebutnya.

Disebutkannya, selain Pilgubsu, target Partai Golkar Sumut di bawah kepemimpinan Ngogesa Sitepu adalah Pemilu 2019 mendatang. Sehingga, tanpa ada upaya merangkul tokoh-tokoh dan kader potensial Golkar, maka pencapaian kemenangan pada dua pesta demokrasi itu akan sulit diraih.

“Golkar inikan partai yang sarat pengalaman. Khususunya untuk Pilgub, tentu partai ini tidak mau dikalahkan oleh partai yang baru. Sehingga seluruh potensi kader dan para tokohnya harus diakomodir, harus dirangkul. Kalau sampai lepas, bisa kacau,” sebutnya sembari mengatakan sudah banyak kader yang kemudian pindah partai.

Sementara terkait kemungkinan Ngogesa Sitepu menjadi gubernur, Agus menyebutkan, didalam kepemimpinan pemerintah daerah, tidak ada persoalan seorang kepala daerah sekaligus menjadi ketua partai politik. Sebab biasanya, manajemen organisasinya mengandalkan kolektivitas.

Dengan begitu, menurutnya, seorang kepala daerah tidak harus mundur dari jabatannya sebagai ketua partai politik. Apalagi saat ini, hal itu juga dapat dilihat dari sejumlah pimpinan pemerintahan daerah di Indonesia yang menjadi orang nomor satu partai di tingkat daerah yang dipimpinnya.

“Sekarang yang terpenting adalah bagaimana seorang kepala daerah nantinya mendapat dukungan parlemen dari partainya ditambah dukungan dari partai lain. Apalagi sekarang kan antara eksekutif dan legislatif adalah sama-sama penyelenggara pemerintahan juga,” jelasnya.

Pun begitu, kans besar Ngogesa menjadi Gubernur Sumut perlu diiringi program yang jelas dan mengakar di seluruh kader dan basis partai. Hal ini mengingat ada beberapa faktor yang bisa membuat konsolidasi tidak berjalan maksimal, yakni soal mengakomodir kader potensial tanpa pilih kasih dan menyatukan kembali sekaligus menghilangkan ‘bekas’ perpecahan yang sempat terjadi di internal mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

“Perlu ditingkatkan popularitas agar target terdekat untuk Pilgub Sumut misalnya, Golkar harus bersaing dengan partai lain yang juga punya calon populer dan punya kans besar,” sebutnya.

Karenanya, lanjut Agus, Golkar Sumut harus memperkuat konsolidasi ke DPD tingkat II di 33 kabupaten/kota yang ada. Ketua DPD Sumut harus rajin melakukan kunjungan ke seluruh daerah. Hal ini agar kepemimpinan yang baru, diterima baik oleh jajarannya.

“Ketua Golkar Sumut yang baru ini harus road show agar bisa diterima di 33 kabupaten/kota sekaligus mendapatkan dukungan penuh untuk setiap momen pesta demokrasi,” sebutnya.

Agus juga menyebutkan, peluang Ngogesa untuk diterima di seluruh kabupaten/kota ada pada kepemimpinannya di DPD Golkar Kabupaten Langkat selama ini, ditambah lagi dengan menjadi kepala daerah selama dua periode. Juga tidak terlepas dari pengaruh dukungan tokoh masyarakat yang disebut sebagai patron klien.

“Untuk ke depan, dia (Ngogesa) bukan hanya bagian dari Langkat saja, tetapi seluruh kabupaten/kota di-Sumut,” pungkasnya.

Sekretaris Umum (Sekum) Partai Golkar Kota Tebingtinggi, Rusli Rambe menilai, di bawah kepemimpinan Ngongesa Sitepu, Golkar Sumut terus bisa berjaya baik dalam peningkatan kader-kader partai dan perahian kursi di DPR, baik daerah ataupun Provinsi.

“Terpilihnya Ketua Umum Golkar Sumut, membawa pencerahan tersendiri di Sumut,”jelas Rusli melalui Via Telepon.

Menurut Rusli Rambe, diharapkan selama menjadi ketua Golkar di Sumut, harus menjadi pemimpin amanah dan bisa meneruma aspirasi kader-kader yang dibawah. Kepemimpinan Ngongesa Sitepu diharapkan bisa membesarkan Golkar. (jpg)

Respon Anda?

komentar