Jalani Tes Urine, Puluhan Pelajar Panik

476
Pesona Indonesia
Petugas BBNK menggelar  tes urine terhadap siswa di  SMAN 2 Karimun. foto:istimewa
Petugas BBNK menggelar tes urine terhadap siswa di SMAN 2 Karimun. foto:istimewa

batampos.co.id – Sejumlah siswa SMAN 2 Karimun sempat menunjukkan kekagetan harus menjalani tes urine yang dipandu staf Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Narkitika (BNNK) Kabupaten Karimun, Rabu (24/8) kemarin. Karena pihak sekolah memang tidak menginformasikan terlebih dahulu kepada siswa yang akan dites urinenya. Setelah mendapat penjelasan dari Perwakilan SMAN 2 Karimun, kepanikan yang sempat menjalar pada 30 siswa tadi, akhirnya mencair. Suasana pun kembali tenang.

“Awalnya mereka sempat kaget. Tapi setelah mendapat pengarahan dari Perwakilan SMAN 2 Karimun, Irwan Rajab, akhirnya siswa yang akan diambil sampel urinenya, mulai tenang. Bahkan mereka menunjukkan rasa tidak takut dengan pemeriksaan tes urine yang kita lakukan,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Karimun, Akmal Firdaus.

Tes urine yang dilakukan BNNK Karimun, merupakan kegiatan kontinyu yang dilakukan bagi kalangan pelajar, terutama kalangan pendidikan. Tujuannya, untuk mengetahui apakah siswa yang menjalani tes urine positif menggunakan narkotik atau sebaliknya.
“Untuk SMAN 2 Karimun, sebanyak 30 siswa yang menjalani tes urine. Baik siswa pria maupun wanita, dipilih yang sekiranya rentan terhadap narkoba. Mereka berasal dari kelas II dan III. Tes urine berlangsung di ruang kesiswaan,” tutur Akmal.

Tujuan dilakukannya tes urine bagi siswa yakni mencegah beredarnya narkotika di kalangan pelajar di Kabupaten Karimun. Mengingat, pelajar sangat rentan terhadap pengaruh negatif penggunaan narkotika. Di sisi lain, pelajar merupakan generasi masa depan bangsa sebagai pemegang estafet pembangunan.

“Makanya, saat dilakukan tes urine, sengaja pihak sekolah tidak menginformasikan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mendapatkan data yang riil dari kalangan siswa yang diuji urinenya. Setelah itu, baru mereka diberikan pemahaman tentang bahaya menggunakan narkotik,” tegas Akmal. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar