Merasa Mapan, Semakin Banyak PNS Perempuan Minta Cerai

553
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari data Pengadilan Agama ( PA) Banjarbaru, Kalsel. Di tahun 2015, tercatat ada 126 perkara perceraian yang melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dari jumlah perkara tersebut, sebagian besar yang melayangkan gugatan adalah PNS perempuan.

“Hampir 70 persen cerai gugat (diajukan istri), sementara sisanya cerai talak (diajukan suami),” kata Panitera PA Banjarbaru, Murthada.

Ia mengungkapkan, tingginya angka perceraian bukan hanya terjadi di tahun 2015. Di tahun 2014 juga jumlahnya mencapai ratusan.

Sementara hingga di pertengahan tahun 2016 jumlah PNS yang bercerai sudah mencapai 33 orang. “Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini yang paling banyak menggugat juga si istri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Murthada menyatakan, sebagian besar PNS yang bercerai adalah seorang guru dan petugas kesehatan.

“Yang banyak guru dan bidan. Kalau guru mungkin karena mereka banyak punya tunjangan jadi lebih berani menceraikan suami,” katanya.
Lalu apa saja faktor yang mempengaruhi perceraian PNS? Murthada menuturkan, ada banyak faktor yang melatarbelakangi perceraian. Namun yang paling banyak ialah faktor ekonomi.

“Kebanyakan perempuan yang menjabat sebagai PNS berani menggugat cerai, lantaran mereka punya penghasilan sendiri. Sementara suaminya dianggap tidak cukup memberikan nafkah untuk keluarga,” ujarnya. (ris/ij/ran/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar