Mimpi Anak Pulau Bakal Tayang di Malaysia

865
Nonton Bareng
Nonton Bareng

batampos.co.id – Film Mimpi Anak Pulau direncanakan akan tayang di Malaysia. Saat ini, materi film telah sampai di Lembaga Sensor Malaysia.

“Minggu depan kami akan pergi ke Malaysia untuk mempersiapkan rilis film ini di sana,” kata Produser Eksekutif Film Mimpi Anak Pulau, Indra Sudirman.

Film ini, tambah Indra, memang telah ditargetkan untuk tayang di empat negara. Yakni, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam.

“Malaysia kami jajaki pertama karena relatif lebih gampang masuknya,” ujarnya.

Indra yakin, film ini dapat diterima di Malaysia. Sebab, kultur budaya di Malaysia hampir sama dengan di Batam.

Lagipula, film ini juga melibatkan tiga artis Malaysia. Yaitu, Dato’ Ahmad Tamimi Siregar yang berperan sebagai Opu serta Mardiana Alwi dan Azrul yang berperan sebagai pasangan suami istri asal Malaysia yang ingin mengadopsi Jani kecil.

“Kami mengundang mereka untuk ikut bermain dalam film ini karena akting mereka,” kata Indra lagi.

Sejauh ini, film Mimpi Anak Pulau telah tayang di empat studio di Batam. Yakni, di Studio 21 Nagoya Hill, Cinema XXI Mega Mall, dan Blitz Megaplex di Kepri Mall dan Harbour Bay.

Indra mengatakan, khusus Batam, penonton telah tembus hingga 3.000 orang.

“Kalau se-Indonesia sudah sekitar 70-ribuan,” ujarnya.

Film Mimpi Anak Pulau bercerita tentang perjuangan seorang anak pulau bernama Jani yang mengejar mimpinya. Ia bermimpi untuk bisa bersekolah tinggi.

Film ini menggambarkan perjuangannya mendaftar sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) di Tanjungpinang. Padahal, kala itu, sulit untuk menjangkau Batam terutama untuk anak nelayan seperti dia.

Kegigihan Jani itulah yang menjadi pesan besar bagi para penonton. Film ini memang cocok untuk ditonton anak-anak.

“Jadwal-jadwal nonton bareng juga sudah banyak,” tutur Indra lagi.

Sejumlah SD sudah mengadakan acara nonton bareng. Seperti misalnya, SD Cendana, SD Plamo, dan SD Islam Nabilah. Organisasi dan lembaga-lembaga juga menjadwalkan nonton bareng.

“Kami rencananya akan mengajak orang-orang tidak mampu untuk menonton film ini,” kata Ketua Organisasi dan Keanggotaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Peduli Kepulauan Riau, Salsalina TB.

Sebelumnya, Sally – sapaan akrabnya, mengadakan nonton bareng bersama pengurus Hipmi Peduli Kepri lainnya. Jumlahnya mencapai 30 orang di Studio 21 Nagoya Hill.

“Ini karena pemain utama, plot, dan ceritanya dari Batam semua,” tutur Sally. (ceu)

Respon Anda?

komentar