Minta Uang Kesra Dicairkan, Oknum PNS di Karimun Ancam Pakai Parang

441
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Lingkungan Kantor Camat Meral terusik, Selasa (23/8) lalu. Pasalnya, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial N, datang dengan membawa parang, dan mengancam salah seorang staf di Kecamatan Meral. Tidak terima perlakuan oknum N, staf yang merasa terancam langsung melapor ke Polsek Meral.

Camat Meral Eko Riswanto ketika dikonfirmasi membenarkan ancaman terhadap stafnya oleh oknum N tersebut. “Kalau staf saya melaporkan ke pihak berwajib itu haknya. Karena, merasa terancam dirinya. Tapi saya selaku pimpinan, telah meminta agar pelaku pengancaman supaya tidak bertugas di wilayah Kecamatan Meral lagi,” jelas Eko yang dikonfirmasi, Rabu (24/8) kemarin.

Sebelum kejadian, sebut Eko, dirinya sudah didatangi oknum ASN tadi. Oleh pelaku mengaku telah bertugas di wilayah Kecamatan Meral tepatnya di kantor Lurah Sei Raya. Lalu, mempertanyakan kapan kesranya dikeluarkan oleh pihak kecamatan. Namun, permintaan untuk berkoordinasi dengan bendahara kecamatan, malah disalahartikan oleh oknum tersebut.

“Kejadian bermula karena salah penafsiran menurut saya. Pelaku kepada bendaraha mengaku bahwa saya yang suruh mencairkan kesra. Itu titik pangkal permasalahan sehingga pelaku bertindak brutal terhadap korban dengan mengancam pakai parang. Padahal yang sebenarnya, silakan koordinasi dengan bendahara. Dan sayapun baru melihat dia masuk kantor,” tuturnya.

Sementara anggota DPRD Karimun M Yusuf Sirat, ketika dimintai tanggapannya, mengecam perilaku oknum ASN. Menurutnya tindakan tersebut, sangat berbahaya terhadap orang lain apalagi dilakukan di kantor pemerintahan.

“Benar-benar memalukan, jangan mentang-mentang oknum ASN itu anak pejabat. Ini harus menjadi perhatian khusus dari Pemkab Karimun, khususnya Sekda sebagai penanggungjawab pembina aparatur negara. Harus ada sanksi terhadap pelaku, agar sebagai contoh terhadap ASN lainnya, jangan seperti premenisme,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut setelah apel bersama di kantor Camat Meral. Sekitar pukul 08.30 WIB, oknum ASN langsung menuju ruangan bendahara menghampiri sambil membawa senjata tajam berupa parang. Ia memaksa untuk mencairkan kesranya, namun pihak bendahara tidak mau mengeluarkan dengan alasan bahwa pelaku tidak pernah masuk kantor.

Itu dibuktikan dengan absensi. Sedangkan, di kantor Polsek Meral masih berlangsung mediasi antara pelapor dengan terlapor. “Pak Kanitreskrim masih ada pertemuan bang,” ucap salah seorang petugas jaga Polsek Meral. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar