Pembangunan Fly Over Simpang Kabil Ditunda

1447
Pesona Indonesia
Gambaran jalan layang Simpang Jam. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Kabil.
Gambaran jalan layang Simpang Jam. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Kabil.

batampos.co.id – Tidak tercapainya penerimaan negara pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan mempengaruhi rencana pembangunan nasional di daerah. Di Provinsi Kepri ada sejumlah proyek strategis nasional tertunda pelaksanaanya. Yakni penyelesaian Pelabuhan Dompak dan pembangunan Fly Over Simpang Kabil, Batam.

“Penerimaan negara pada APBN P adalah Rp 1.786,2 triliun, sementara belanja negara Rp 2.082 triliun. Sehingga penerimaan masih mengalami kekurangan Rp216 triliun,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri, Didyk Choiroel, Rabu (24/8) di Tanjungpinang.

Disebutkannya rencana pembangunan nasional di Kepri yang tertunda pelaksanaanya adalah pembangunan Fly Over Simpang Kabil Batam yang nilainya Rp 200 miliar. Selain itu ada juga kelanjutan pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco, Tanjungpinang dengan nilai Rp20 miliar. Kemudian adalah penyelesaian Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang yang nilainya Rp16 miliar.

“Untuk proyek-proyek strategis nasional yang sudah dikontrakan dan laksanakan tetap dijalankan. Kecuali untuk kegiatan yang belum dilelang ditunda tahun depan,” jelas Didyk.

Rencana pembangunan fly over atau jembatan layang di Batam mulai dikerjakan. Saat ini, pembangunan fisik tengah dikerjakan untuk fly over di Simpang Jam. Pembangunan fly over diharapkan dapat mengurai kemacetan terutama di dua simpang yang akan dibangun fly over tersebut yakni Simpang Jam dan Simpang Kabil. Dua lokasi tersebut merupakan simpang terpadat yang paling banyak dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yanto Apul Sirait mengatakan kedua fly over tersebut dibangun dari arah Batu Ampar menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Pembangunann fly over di Simpang Jam sudah dikerjakan mulai 17 Desember 2015 lalu.

Anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp 180 miliar. Sementara itu, untuk fly over di Simpang Kabil masih dalam proses. Fly over tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan fly over Simpang Jam dan menelan anggaran Rp 200 miliar.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar