Wanita Ini Sempat Pindah Hotel Untuk Menghindari Polisi, Eh Tertangkap Juga Saat Edarkan Narkoba

2300
Pesona Indonesia
ilustrasi ekstasi
ilustrasi ekstasi

batampos.co.id – Terdakwa Rica Bawazir alias Rica jalani sidang beragendakan mendengar keterangan saksi, Rabu (24/8) di Pengadilan Negeri Batam.

Wanita berhijab asal Lombok ini tertangkap basah saat melakukan transaksi narkotika jenis inex kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Sebelum penangkapan, Rica sempat mencurigai kehadiran polisi dan berusaha menghindar dengan memilih pindah dari Hotel Nagoya Mansion ke Hotel Hai-Hai.

“Dia mau menghindar, katanya (terdakwa,red) ada polisi yang mengintai. Jadi dia minta pindah tempat ke Hotel Hai-Hai,” ujar saksi penangkap, saat mencontohkan pembicaraan pesan singkat antara polisi penyamar dengan terdakwa.

Dari arahan pesan singkat itu, polisi mengikuti permintaan terdakwa hingga dilakukannya transaksi di kamar 103 Hotel Hai-Hai. Terdakwa menyerahkan 200 pil inex kepada pembeli (polisi yang menyamar).

“Setelah barang bukti kami terima, penyemaran langsung dibongkar. Terdakwa panik, dan penggeledahan kami lakukan di kamar itu,” terang saksi lagi.

Lanjut saksi, pil inex yang ditemukan saat itu sebanyak 214 butir yang terdiri dari 100 butir warna pink, 99 butir warna biru dan 5 butir warna merah.

“Polwan yang menggeldah terdakwa juga menemukan satu paket sabu dalam bra (BH) yang terdakwa kenakan,” sebutnya.

Dari keterangan tersebut, terdakwa berdalih bahwa barang bukti berupa sabu dan inex yang ditemukan bukanlah miliknya, melainkan milik Dani (DPO).

“Saya mau kembalikan barang itu ke Dani, bukan mau menjual,” ucap terdakwa yang didampingi dua penasehat hukum (PH).

Sementara, gerak-gerik terdakwa sudah menjadi incaran pihak kepolisian sebelum terdakwa tertangkap. Dalam komunikasi terdakwa dengan polisi penyamar, jelas menunjukkan bahwa terdakwa biasa melakukan transaksi narkotika. Untuk sidang selanjutnya, digelar pekan depan. (cr15)

Respon Anda?

komentar