Anambas Selamat dari Potongan DAU

607
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten kepulauan Anambas Sahtiar, menegaskan Kabupaten Kepulauan Anambas selamat dari pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) yang sebelumnya sudah digembar-gemborkan oleh pemerintah pusat. Diakunya bahwasanya untuk kabupaten/kota di Kepri ini hanya ada Lingga, Karimun, dan Kabupaten Bintan dan provinsi Kepri.

“Menurut PMK No 125 tahun 2016 ini, Anambas tidak termasuk daerah yang terkena potongan, kita belum tahu apakah nanti ada pemotongan tahap kedua atau tidak, yang jelas saat ini Anambas tidak termasuk,” ungkap Sahtiar kepada wartawan Kamis (25/8).

Diakuinya alasan mengapa DAU Anambas tidak dipotong, karena sebelumnya Pemkab Anambas sudah mengalami defisit anggaran. Jadi setelah ada pemotongan, Anambas tidak dipotong lagi. “Untuk sementara ini Anambas belum dipotong, tapi kita tidak jamin kalau kita tidak dipotong, mana tahu terbit PMK baru,” ungkap Sahtiar.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Tetty mengungkapkan untuk kejelasan apakah Anambas termasuk daerah yang terkena imbas penundaan penyaluran DAU atau tidak, saat ini dirinya belum bisa menjelaskan karena saat ini Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Azwandi, sedang berangkat ke Jakarta untuk menanyakan hal ini.

“Plt kepala dinas sudah berangkat ke Jakarta untuk menanyakan hal ini, mungkin besok bisa ditanyakan langsung kepada beliau,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, sudah siap mengeluarkan beberapa kebijakan jika benar DAU Anambas dipotong. Salah satu kebijakan yang dia ambil yakni memotong biaya operasional dirinya selaku kepala daerah, biaya operasional Wakil Bupati dan sekalian Sekertaris Daerah.

“Bukan hanya operasional saya, tapi wakil bupati dan sekda juga siap bila dipotong biaya operasionalnya,” ungkap Abdul Haris kepada media.

Lanjutnya, jika memang benar-benar DAU tidak turun, maka dirinya dengan berat hati akan tetap menyampaikan kepada pegawai kalau Kesra mereka dengan terpaksa akan dipangkas. “Kalau memang benar-benar tidak ada anggaran, dengan apa kita membayar, kita pasti akan sampaikan kepada pegawai,” ungkapnya.

Tambahnya selama ini pihak pemkab juga sudah melakukan efisiensi seperti pemotongan biaya rutin sebesar 10 persen hampir di setiap SKPD. “Kita sebelumnya juga sudah melakukan efisiensi,” tandasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar