Cegah Rusuh Susulan di Meranti, Ini yang Dilakukan Kapolda Riau

Polisi dan warga saat bentrok di depan Mapolresta Meranti, Kamis (25/8/2016). Foto: Ahmad Yuliar/Riau Pos/jpgrup
Polisi dan warga saat bentrok di depan Mapolresta Meranti, Kamis (25/8/2016). Foto: Ahmad Yuliar/Riau Pos/jpgrup

batampos.co.id -Sejauh ini, kondisi di Kota Selatpanjang, Meranti, Riau, sudah kondusif pasca rusuh antara warga dan polisi. Namun Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto enggan kecolongan. Ia tak ingin kerusuhan susulan terjadi.

Kapolda juga meminta masyarakat mempercayakan pengusutan kematian Apriyadi Pratama kepada jajarannya.

“Karena proses sedang dijalankan. Kami sudah kirimkan tim ke sana,” ujar Supriyanto kepada sejumlah awak media di Polda Riau, Kamis (25/8/2016) petang.

Dia bahkan sudah mengutus beberapa pejabat utama Polda. Di antaranya Dansat Brimob Kombes Pol Prada Pinunjul,  Wadir Reskrimum, Wadir Intel dan Kabid Propam Polda Riau, AKBP Pitoyo Agung.

Supriyanto juga menegaskan, jajarannya akan transparan dalam menyelesaikan persoalan ini. Sehingga masyarakat tidak perlu resah.

“Mereka akan mengecek prosedur-prosedur dalam penangkapan tersebut,” tegas Kapolda.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo membenarkan tersangka Apriyadi Pratama meninggal usai ditangkap Satreskrim Meranti karena diduga sebagai pelaku pembunuhan Brigadir Aidil S Tambunan (31).

Namun Guntur belum dapat memastikan apa penyebab kematian korban dan apakah ada pelanggaran prosedur dalam penangkapan tersebut.

“Propam masih melakukan penyelidikan. Nanti akan ketahuan kenapa tersangka sampai meninggal usai penangkapan,” ujar Guntur.

Sementara terkait tewasnya Isrusli (33), satu orang warga saat melakukan demo di depan Mapolres Meranti, Guntur membantah warga Dorak itu terkena tembakan polisi.

“Benar dalam aksi demo ini ada satu warga yang ditemukan tewas. Namun itu bukan karena peluru polisi, tapi terkena lemparan batu,” kata Guntur.

Menurut Guntur satu orang warga yang menjadi korban itu meninggal di rumah sakit. Karena pascaditemukan tergeletak langsung di bawa ke rumah sakit.

“Sempat dievakuasi ke RSUD setempat, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Guntur.

Guna mengendalikan kerusuhan meluas, kata Guntur, telah menerjunkan pasukan Brimob dan Dalmas. Jumlah mencapai 6 satuan setingkat pleton.

“Atas perintah Kapolda Riau, sudah dikirim 6 SST pasukan masing-masing 2 SST dari Siak, 2 SST dari Bengkalis, dan 2 SST dari Pekanbaru. Ini untuk mengendalikan situasi supaya kondusif,” ujar Guntur.

Kerusuhan yang terjadi di Meranti juga memancing keprihatinan di anggota DPRD Riau. M Adil anggota DPRD Riau asal Meranti meminta pihak kepolisian harus bertindak adil, meski ada jatuh korban dari pihaknya.

“Polisi juga tidak boleh main tembak saja saat membubarkan massa. Masyarakat juga tidak boleh menyerang Polres seperti itu. Harus dipercayakan kepada penegak hukum. Intinya masyarakat dan polisi harus saling menahan diri. Jika nantinya terbukti bersalah, baik itu polisi atau masyarakat harus dihukum sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dia juga meminta kepada Kapolda untuk segera menerjunkan tim ke Meranti untuk menyelidiki siapa pelaku penembakan kepada warga. Dan jika sudah diketahui, segera berikan tindakan supaya masyarakat bisa lebih tenang.

“Untuk sementara polisi yang ada di sana ditarik saja dulu, ganti polisi baru agar suasana mereda,” sarannya.

Hal senada dikatakan anggota Komisi A DPRD Riau, Sugianto. Dia meminta pihak kepolisian segera membuat kondusi situasi yang terjadi saat ini. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada korban keempat.

“Jangan sampai akibat tidak segera ditindaklanjuti terjadi kerusuhan yang lebih besar,” pintanya.

Ketua LAM Riau, Al azhar meminta semua pihak menahan diri dan tidak terpancing emosi. Sehingga bentrokan antara pihak kepolisian dan masyarakat tidak meluas. Pihaknya sangat menyayangkan peristiwa itu.

“Apa pun panyebabnya, kami menyesalkan peristiwa ini. Kami minta semua pihak harus bisa menahan diri agar tidak terpancing emosi sehingga tidak jatuh korban lagi,” ujar Al azhar.

Ia juga menambahkan, proses hukum dalam menindaklanjuti kasus ini harus dilakukan secara transparan dan terang benderang, sehingga tidak ada kecurigaan yang timbul akibat penanganan kasus tersebut.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Proses hukum harus ditegakan secara teransparan. Karena kasus ini melibatakn aparat hukum. Kalau tidak transparan pasti akan menimbulkan kecurigaan dari semua pihak,” tuturnya. (dik/sol/JPG)

Respon Anda?

komentar