Cuaca Buruk, Nelayan Diminta Tetap Waspada

581
Pesona Indonesia
Nelayan yang siap melaut diminta waspada saat  cuaca ekstrem. foto:polister/batampos
Nelayan yang siap melaut diminta waspada saat cuaca ekstrem. foto:polister/batampos

batampos.co.id – Nelayan tradisional Kecamatan Moro yang menangkap ikan ke laut, diminta tetap mewaspadai cuaca buruk. Sebelum turun melaut, diharuskan memperhatikan kondisi cuaca yang bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan laut.

“Alat pelampung life jacket jangan lupa dipakai setiap waktu turun melaut menangkap ikan,” kata Staf UPTD Perikanan dan Kelautan Moro, R.Hidayat, Kamis (25/8) kemarin.

Dikhawatirkan cuaca buruk dibarengi hujan, diserti angin ribut hingga ombak besar turun tiba-tiba saat nelayan masih dalam perjalanan menangkap ikan. Karena itu, jika ada indikasi angin ribut turun, maka nelayan bersangkutan hendaknya berlindung ke pulau-pulau terdekat.

“Lebih baik tertunda waktu menangkap ikan dari pada terjadi yang tak diingini akibat terjangan ombak besar tersebut,” ingat Hidayat.

Biasanya nelayan dominan beroperasi di jalur tangkapan nelayan tradisional di laut Rukau atau jarak tempuh dari Moro ke Rukau menggunakan motor pompong sekiar 2,5 jam. Sementara untuk mencapai tujuan ke laut Rukau, boleh dikatakan banyak pulau-pulau yang dilintasi.

“Demi keselamatan nelayan bersangkutan, tentu lebih baik berlindung ke pulau terdekat sambil menunggu cuaca kembali nyaman,” pesan Hidayat mengingatkan nelayan tersebut.

Abner, salah satu nelayan Moro mengaku belakangan ini cuaca tak menentu. Yang paling parah lagi, di saat waktu bongkar jaring di laut.

“Tak disangka tiba-tiba turun angin ribut dan ombak besar. Karena bertepatan turun angin rebut saat bongkar jaring, mau tak mau terpaksa dihadapi dengan taruhan nyawa,” bebernya.

Itulah risiko nelayan di laut. Kalau masih dalam perjalanan melaut, turun angin rebut dan ombak besar, bolehlah berlindung ke pulau terdekat.

“Kalau sedang bongkar jaring, angin ribut dan ombak turun, kita pasrah sajalah pada nasib. Yang sangat memprihatinkan, sudahlah berjuang menantang angin ribut dan ombak besar, tapi hasil tangkapan ikan tak cukup menutupi biaya operasinal melaut,” kata Abner nada miris. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar