Ditemukan di Pontianak, Kapal MT Vier Harmoni Ternyata Bukan Dibajak

602
Pesona Indonesia
Kapal Vier Harmoni yang diamankan personel Lantamal IV Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
Kapal Vier Harmoni yang diamankan personel Lantamal IV Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah melakukan pengejaran selama satu minggu, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Koarmabar dan Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menangkap kapal MT Vier Harmoni berbendera Indonesia milik PT Vierlines yang disewa PT Ozoil, Malaysia, di Pulau Datok, Kalimantan Barat, Rabu (24/8) sekitar pukul 16.10 WIB.

Kapal tanker MT Vier Harmoni yang memuat bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar sebanyak 900 kiloliter yang berlayar dari Kuantan, Malaysia, dengan tujuan Batam diketahui keluar dari jalur track pada Selasa (16/8) menuju kearah Kalimantan. Rencananya minyak yang berada di kapal tersebut hendak di jual kepada pihak ketiga.

Kapal tersebut di nahkodai oleh Blasius Sinabariba, dengan ABK Sembilan orang yakni Teguh Nugroho sebagai C/O. Yusuf Tajiri sebagai 2/O. Djoerial Efyanto sebagai C/E. Suhartanto sebagai 2/E. Rinaldi Prasetya 3/E. Miftahudin Zamzami sebagai Ab. Soiyadi sebagai Oiler. Eksafian Adipranata sebagai Cook dan Ihsan Syahrir sebagai D/C.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S Irawan mengatakan penangkapan terhadap kapal tersebut dilakukan pihaknya setelah menerima laporan dari Coast Guard Malaysia. Selanjutnya tim WFQR langsung melakukan penyelidikan atas perintah KSAL ke Pangarmabar yang kemudian ditindak lanjuti dengan menggerakan unsur yang ada.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Polda Kepri, mau pun instansi laut lainnya termasuk Patkamla. Mereka semua membantu melakukan pencarian. Semua unsur mulai dari kapal perang, helikopter, pesawat cassa dan lainnya kami gerakkan,” Irawan, saat ekspose tangkapan kapal tersebut di kantornya, Kamis (25/8).

Proses pencarian dengan menggerakan unsur yang ada, cerita Irawan, di mulai dari Batam, Bangka Belitung hingga ke Kalimantan. Penangkapan terhadap kapal tersebut setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan didisinyalir mereka turun ke darat di daerah Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kenapa bisa ketemu disana, karena kokinya turun ke darat untuk membeli bahan masakan. Karena logistiknya habis. Disanalah kapal KRI Gilimanuk langsung melakukan penyergapan dan berhasil menguasai kapal,” kata Irawan.

Dilanjutkannya, berdasarkan hasil penyelidikan, kapal tersebut bukan dibajak, karena tidak ada kekerasan didalam sana. Namun, karena adanya konflik internal dan mereka akan melakukan shiponing atau pemindahan BBM secara ilegal. Nantinya setelah berhasil menjual minyak, kapal tersebut akan di tinggalkan begitu saja.

“Bapak KSAL sudah menegaskan tidak ada pembajakan kapal. Ada kemungkinan indikasi berdasarkan pengakuan nahkoda kapal, bahwa minyak 900 kiloliter tersebut akan dijual kepada pihak ketiga yang saat ini dalam pengejaran,” ucap Irawan.

Dijelaskan Irawan, minyak yang berada di kapal tersebut rencananya akan di jual di dua wilayah yakni di Out Port Limit (OPL) perbatasan Malaysia – Indonesia dan juga di wilayah Kalimantan. Hasilnya untuk membayar gaji kru kapal tersebut. Pihaknya mencurigai dua kapal yang akan menampung BBM tersebut.

“Nahkoda dan ABK semuanya terlibat. Ini merupakan sindikat Internasional. Otak dari pelaku ini sudah kami pegang. Nahkoda ini hanya fasilitator. Pengakuan mereka yang belum digaji selama tiga bulan, hanya akal-akalan saja. Karena keterangan dari penyewa kapal gaji sudah dibayarkan dan bukti pembayarannya akan mereka tunjukkan,” jelas Irwan.

Saat ini, terang Irawan, kapal MT Vier Harmoni tersebut sudah dikuasai oleh tim BBSS KRI Gilimanuk 351. Kapal tersebut pun saat ini tengah dalam perjalanan menuju Lantamal IV Tanjungpinang dengan pengawalan ketat.

“Mereka kami jerat dengan undang-undang pelayaran, dokumen kapal serta penjualan minyak secara ilegal. Saat ini masih di perjalanan, kemungkinan Jumat (26/8), akan tiba di Tanjung Uban,” pungkasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar