Halangi Wartawan Meliput, MI Jadi Tersangka

337
Pesona Indonesia
Sejumlah wartawan menggelar aksi damai di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (23/8). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah wartawan menggelar aksi damai di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (23/8). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – MI, orang suruhan Ahang si pemilik Kapal KM Kharisma Indah yang melakukan intimidasi terhadap sejumlah wartawan yang melakukan liputan sidang kasus penyelundupan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang beberapa waktu lalu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri.

Hal itu diketahui berdasarkan diterimanya surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada korban pelapor dan juga berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirimkan ke Kejati Kepri, Rabu (24/8) kemarin.

Penetapan status tersangka kepada MI dilakukan dari hasil pelaksanaan penyelidikan, terhadap saksi korban dan saksi lainnya serta pemeriksaan kepada terlapor berdasarkan Lp-B /192/K/VII/2016/Kepri/SPK-Res Tpi Tanggal 26 Juli 2016 Tentang Tindak pidana UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dengan ancaman hukuman dua tahun penjara denda Rp 500 juta dan Penarikan LP dari Polres ke Polda Kepri.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam-Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Jailani memberikan apresiasi atas kinerja pihak kepolisian yang sudah menetapkan tersangka dalam kasus tindakan premanisme yang menghalang-halangi tugas jurnalis saat melakukan peliputan persidangan kasus penyeludupan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

“Penetapan tersangka oleh pihak kepolisian menunjukan adanya kepastian hukum, terkait laporan yang dilakukan kawan-kawan jurnalis beberapa waktu lalu di Polres Tanjungpinang,” ujar Jailani

Namun demikian, pihaknya merasa kurang puas. Pasalnya polisi belum berhasil mengungkap otak intelektual dibalik terjadinya tindakan premanisme tersebut. Ia yakin, tidak mungkin tersangka bekerja secara sukarela, tanpa ada menyuruh. Menurutnya, orang yang seharusnya bertanggungjawab atas kejadian tersebut adalah otak intelektualnya.

“Kami masih menunggu siapa sosok dibalik ini. Tentu ini menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan oleh pihak kepolisian. Kami yakin tindakan tersebut, karena ada yang menyuruh,” tegasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar