Jika Harga Rokok Jadi Naik Rp 50 Ribu, Butet Kartaredjasa Siap Perang

4114
Pesona Indonesia
Butet Kartaredjasa. (foto: jpnn)
Butet Kartaredjasa. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Terkait wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkusnya, budayawan kondang asal Yogyakarta, Butet Kartaredjasa, ikut bersuara lantang.

Butet menentang ide yang bermula dari hasil kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia itu.

“Jelas tidak setuju. Itu ndak masuk akal harga segitu. Ndak rasional,” ujarnya kental dengan logal Jawa saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (25/8).

Butet mengaku, ia menjadi konsumen rokok sejak 1975. Menurutnya, kalaupun harga jual rokok naik sebaiknya tetap sewajarnya. Ia justru heran dengan pihak-pihak yang mempersoalkan harga rokok di Indonesia terlalu murah.

“Murah kok malah jadi masalah. Murah itu harusnya disyukuri. Murah itu memihak rakyat. Masa rakyat mau dianiaya dengan harga mahal?” ujarnya heran.

Ia menegaskan, penyebab sakit bukan hanya rokok. Bahkan nasi pun bisa menyebabkan obesitas.

Selain itu, katanya, jika rokok dilarang karena asapnya membahayakan, maka mobil pun mestinya tak boleh berjalan. Sebab, asap yang keluar dari kenalpot mobil jelas mencemari udara.

Ia justru menuding wacana menaikkan harga rokok menjadi di atas Rp 50.000 hanya siasat untuk mendongkrak penjualan produk farmasi pengganti rokok.

“Rokok elektrik, vitamin sebagai pengganti nikotin. Para perokok lalu coba konsumsi produk farmasi. Ujungnya cuma itu,” katanya.

Ia pun memilih membela rokok kretek yang jelas-jelas merupakan kekayaan budaya nusantara.

“Kretek kan produk unggulan. Ini mematikan kebudayaan,” tegas Butet.

Selain itu, menaikkan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus juga akan berimbas pada para petani tembakau. Ia pun berharap agar pemerintah lebih kreatif dalam mencari pemasukan tanpa harus membenani rakyat.

Butet juga akan menyuarakan agar pemerintah tak merealisasikan ide tentang harga rokok Rp 50.000.

“Lawan kebijakan yang ngawur. Ini masih wacana, jadi kita biarin aja. Kalau jadi kebijakan, yo perang,” tandasnya. (dna/JPG)

Respon Anda?

komentar