Keluarga Penikam Polisi Minta Keadilan

622
Pesona Indonesia
Bripda Tambunan Tewas Ditikam Honorer Dispenda. Foto Pekanbaru MX/JPNN.com
Bripda Tambunan Tewas Ditikam Honorer Dispenda Meranti, Afriyadi Pratama. Afriyadi juga tewas setelah tertangkap akibat dianiaya rekan-rekan Bripda Tambunan. Foto Pekanbaru MX/JPNN.com

batampos.co.id – Kakak kandung Afriyadi Pratama (pelaku penusukan polisi yang juga tewas dianiaya polisi), Nur Afny, mengatakan polisi sempat meminta pihak keluarganya menandatangani surat perjanjian damai. Namun hal itu ditolak.

“Saya akui adik saya pembunuh, tapi seharusnya diproses sesuai prosedur. Kami tidak menyangka polisi sekejam itu. Berilah sedikit keadilan,” ujarnya.

Dia juga berharap masyarakat untuk tidak lagi mengunggah foto-foto adiknya di media sosial. Terutama foto Adi yang dalam keadaan bersimbah darah setelah dianiaya oknum-oknum polisi di RUSD hingga tewas.

“Tolonglah jangan tambah duka kami. Jangan lagi foto adik saya disebarluaskan,” pinta Afny.

Saat berita ini ditulis, jenazah Afriyadi sudah dibawa ke rumah duka. Sedangkan jenazah Isrusli masih berada di RSUD Meranti.

Hingga pukul 19.00 WIB, Kamis (25/8/2016) malam, proses mediasi antara Polres Meranti, Pemda Meranti, dan masyarakat masih berlangsung.

“Nanti akan kami berikan penjelasannya. Tolong bersabar dulu,” kata Kasat Reskrim Polres Meranti, Aditya Warman, saat dikonfirmasi, tadi malam. (RPG)

Respon Anda?

komentar