Penumpang Wajib Kenakan Jaket Apung

437
Pesona Indonesia

Life-Jacketbatampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang enggan insiden kecelakaan laut Minggu (21/8) lalu terulang kembali. Karena itu, mesti ada langkah antisipatif yang harus dilakukan. Tidak sekadar diterapkan tapi juga dengan segala ketegasan.

“Sekarang, seluruh penumpang yang mau menyeberang harus pakai life jacket. Tidak peduli mau ke Penyengat, Senggarang, atau Kampung Bugis. Demi keselamatan bersama dan menghidari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” tegas Wali Kota Lis Darmansyah, kemarin.

Imbauan yang baik. Tapi tidak boleh dilupa, Pemko Tanjungpinang juga mesti memastikan ketersediaan jaket apung. Soal ini, Lis mengaku itu bukan masalah. Karena Sabtu (27/8) esok pagi, perwakilan Bank Indonesia di Kepri bakal menghibahkan 600 unit jaket apung untuk disiagakan di masing-masing dermaga penyeberangan.

“Karena saat ini kami belum bisa menganggarkan. Alhamdulillah ada bantuan dari pihak ketiga yang peduli mengenai hal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Tanjungpinang, Wan Samsi menambahkan, berdasarkan hasil pendataan mutakhir jumlah jaket apung yang pernah diserahkan Pemko Tanjungpinang mencapai 1.130 unit. “Dengan rincian pada tahun 2011 sebanyak 350 unit. Kemudian tahun 2012 sebanyak 780 unit. Belum lagi Polda Kepri tahun lalu sudah kasih 500 unit,” sebutnya.

Hanya saja, sambung Wan Samsi, dari pemeriksaan mutakhir nyaris tidak ditemukan keberadaan seribuan unit jaket apung itu di antara para penambang pompong dalam kondisi baik dan layak pakai. Bahkan konon ada yang isinya dikeluarkan sebagai penimbul pelampung. Sebuah pilihan dari perilaku hidup yang amat disayangkan.

“Karena itu perlu juga perbaikan mindset, baik itu bagi penambang atau penumpang tentang betapa pentingnya life jacket ketika menyeberang,” ujar Wan Samsi.

Mekanisme penggunaan jaket apung hibah Bank Indonesia bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saran dari wali kota, kata Wan Samsi, jaket apung tidak lagi diserahkan kepada masing-masing penambang pompong. Melainkan langsung kepada pengurus asosiasi selaku pengelola sekaligus penanggung jawabnya.

Lantas ratusan jaket apung itu disebar ke masing-masing dermaga. Disiagakan di sana. Setiap penumpang yang sudah membayar tiket dan memastikan namanya tercatat dalam manifestasi, diwajibkan memakai jaket apung yang tersedia. Setiba di lokasi tujuan penyeberangan baru boleh ditanggalkan. Begitu dan seterusnya.

Wan Samsi mengatakan, saat ini beberapa petugasnya sedang memasang gantungan jaket apung di tiap-tiap dermaga. “Jadi tidak ada lagi yang diletak di atas pompong, apalagi bawah palka yang tempat oli itu. Biar life jacket itu tetap bersih dan nyaman digunakan,” ujarnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar