PLN Bangun Infrastruktur Listrik di Tiga Pulau di Natuna

1024
Pesona Indonesia
Pelepasan tongkang pembawa infrastruktur listrik di Kampungbulang, Tanjungpinang, Kamis (25/8). foto:humas pemprov
Pelepasan tongkang pembawa infrastruktur listrik di Kampungbulang, Tanjungpinang, Kamis (25/8). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Pertahanan keamanan di Kabupaten Natuna mendapatkan prioritas dari Presiden Jokowi. Atas dasar itu, PLN mendapatkan perintah negara untuk menjalakan proyek strategis. Yakni infrastruktur listrik untuk Pulau Laut, Pulau Tiga, dan Pulau Subi.

“Tahap pertama tiga unit pembangkit tenaga diesel dengan 400 kw yang disebar di tiga pulau,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Riau dan Kepri, Feby Joko Priharto kepada wartawan disela-sela pelepasan tongkang pembawa infrastruktur listrik di Kampungbulang, Tanjungpinang, Kamis (25/8)

Dijelaskan Febby, untuk setiap pembangkit dengan kekuatan 400 kw mampu memberikan suntikan energi listrik untuk 400 rumah. Pada tahap kedua nanti, akan ditambah dengan unit lagi. Secara keseluruhan nantinya, akan ada energi dengan kapasitas 2 mega watt. Masih kata Febby, kedepan pihaknya juga akan menggesa penyediaan 14 pembangkit tenaga diesel dengan kekuatan 400 kw.

“Dengan kekuatan yang ada nanti, kita bisa membangun coldstorage. Seperti yang kita gesa penyediaannya untuk coldstorage di Selat Lempa, Natuna,” papar Febby.

Ditambahkannya pekerjaan di tiga lokasi tersebut diharapkan selesai dalam waktu dua bulan kedepan. Apalagi komponen utamanya seperti, mesin pembangkit listrik, trafo daya, cubicle, trafo distribusi, tiang listrik, isolator, kawat tegangan menengah dan tegangan rendah, kWH meter dan seluruh peralatan pendukung serta peralatan kerja telah siap diatas tongkang yang akan dikirim ke Natuna.

“Kita harapkan pada 27 Agustus besok, tenaga teknis akan berangkat ke Natuna. Kemudian pada tanggal 28 Agustus tongkang sudah merapat. Daerah yang pertama digesa pekerjaanya adalah Pulau Tiga, kemudian Pulau Laut, dan yang terakhir adalah Pulau Subi. Kita berharap manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat di sana,” harap Febby.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan pengiriman kapal infrastruktur listrik ini merupakan upaya pemerintah memaksimalkan pembangunan konektivitas di Kepri yang diawali dengan penguatan konektivitas hati Pemprov Kepri dengan pihak PLN. Pembangunan infrastruktur listrik ini adalah untuk percepatan pembangunan daerah.

“Mari kita bangun terus konektivitas hati diantara kita, untuk memaksimalkan pembangunan konektivitas di Kepri yang masih belum tuntas. Sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolir,” ujar Nursin.

Menurut Gubernur, menegaskan agar hal ini bisa menjadi motivasi bagi semuanya dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat. Terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar listrik. Masih kata Nurdin, selama ini Pemerintah Daerah sudah berupaya menyediakan pembangkit. Hanya saja terkendala pada pemeliharaan dan penyediaan bahan bakar.

“Tentunya ini semua harus dilakukan dengan kerja keras, karena semuanya tidak mudah dan tidak seperti membalikkan telapak tangan,” papar Nurdin. Adapun langkah-langkah pemerintah selanjutnya adalah akan terus mendorong pihak swasta, agar ikut membangun daerah perbatasan. Karena memberdayakan daerah perbatasan perlu dilakukan secara bersama-sama.

Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Pertambangan dan Energi Kementrian Kemaritiman, Yudi Prabangkara menambahkan tujuan pemenuhan kebutuhan listrik di tiga pulau tersebut tidak lain adalah mendorong lebih cepat lagi gerak roda perekonomian di tiga pulau tersebut.

“Selain itu kepentingan pertahanan dan keamanan negara. Pembangunan ini adalah untuk percepatan pembanguan dibidang ekonomi, kelautan dan pariwisata tentunya,” ujar Yudi menambahkan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar