Polair Ingatkan Tekong Boat Pancung Utamakan Keselamatan Penumpang

764
Pesona Indonesia
 Ps Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus, menemui tekong penambang pompong. foto:sandi/batampos
Ps Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus, menemui tekong penambang pompong. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Untuk mengnatisipasi terjadinya kecelakaan di laut yang dapat menimbulkan korban jiwa, Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Karimun melakukan sosialisasi dan himbauan di pelabuhan domestik, kemarin (25/8). Termasuk juga menemui para tekong yang menjadi penambang boat pancung di pelantar antar pulau yang ada di Jalan Nusantara, Tanjungbalai Karimun.

”Memang, dari Sat Polair telah sering tatap muka dan memberikan himbauan kepada pemilik jasa transportasi laut. Hanya saja, tidak ada salahnya kali ini kita kembali melakukannya untuk mengantisipasi agar peristiwa tenggalamnya pompong yang menghilangkan banyak jiwa di Tanjungpinang tidak terjadi di daerah kita,” ujar ps Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus kepada koran Batam Pos.

Sesuai dengan intsruksi dari Kapolres Karimun, kata Sitorus, kondisi geografis Kabupaten Karimun terdiri dari pulau-pulau. Artinya, akses masyarakat yang akan bepergian dari pulau ke pulau lainnya menggunakan transportasi laut. Kalau semuanya kapal besar dan dilengkapi fasilitas keselamatan mungkin tidak ada persoalan. Tapi, seperti yang diketahui bersama alat transportasi antar pulau masih banyakm yang menggunakan boat pancung dan juga pompong.

”Untuk itu, kita mengingatkan kepada para tekong boat pancung dan juga nakhoda kapal pompong untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Khususnya, jika memang kondisi laut tidak memungkinkan untuk ditempuh dalam suatu pelayaran, maka jangan memaksa untuk berangkat. Kemudian, pastikan pompong atau boat pancung itu dalam kondisi yang layak untuk berlayar membawa penumpang,” tegasnya.

Di laut, lanjut Sitorus, jangan anggap sepele. Meski jarak tempuh dari Pulau Karimun ke Pulau Parit dekat. Atau tampak di depan mata, tetapi jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, maka jangan berangkat atau berlayar. Kepada para calon penumpang juga diharapkan dapat bekerja sama. Dapat mengingatkan tekong boat pancung atau pompong jika memang memaksa untuk meneruskan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar